
KURANGI EMISI: Foto smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Pengolah tembaga yang beroperasi pada Juni mendatang itu mendapat pasokan energi ramah lingkungan.
JawaPos.com – Smelter di Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu bahasan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Chairman & CEO Freeport McMoran Inc Richard C. Adkerson serta Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas kemarin (28/3). Dibahas pula rencana penambahan saham PT Freeport Indonesia yang hingga kini negosiasinya masih alot.
Saat memberikan sambutan di Kongres XII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) di kawasan Ancol, Jakarta, sekitar pukul 13.00, Jokowi sempat pamer kepemilikan saham Indonesia atas Freeport. Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara.
”Jangan ada bayangan di sini Freeport itu (milik) Amerika, sudah Indonesia. Sebentar lagi (sahamnya) akan kita tambah menjadi 61 persen,” kata Jokowi.
Sebelum ke acara tersebut, pertemuan dengan bos Freeport dilakukan di Istana Negara, Jakarta, sekitar 2,5 jam sebelumnya. Jokowi juga menyatakan pendapatan Freeport 70 persen masuk ke negara. ”Begitu naik lagi (sahamnya) menjadi 61 persen nanti, 80 persen (pendapatan Freeport) akan masuk ke negara,” ucapnya.
Di hadapan media, Jokowi menceritakan bagaimana negosiasi yang dilakukan untuk menambah saham kepemilikan Indonesia terhadap Freeport. ”Alot banget,” katanya.
Saat ini Indonesia memiliki 51 persen saham di Freeport. Meski sulit, Jokowi cukup percaya diri.
Kepala negara juga enggan melakukan tindakan lain. Saat pertemuan dengan petinggi Freeport, sempat ada wacana untuk memperpanjang ekspor tembaga. ”Ini negosiasinya dirampungkan dulu baru ngurus yang lain,” tuturnya.
Ditemui di kompleks Istana Negara, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut telah menyampaikan perkembangan terkini smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, kepada presiden.
Dia menyatakan, pembangunan tempat pemurnian dan pengolahan tembaga itu sudah 92 persen. ”Harapannya bisa selesai Mei. Setelah itu, smelter ini bisa mulai beroperasi pada Juni tahun ini,” katanya. (lyn/c19/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
