
Ilustrasi Fintech
JawaPos.com - Bukan hal baru jika financial techinology (fintech) peer to peer landing memberikan kemudahan untuk mendapatkan kredit. Namun, bunga kredit yang diterima lebih mahal dibanding perbankan.
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengakui jika bunga kredit fintech tidak bisa disamaratakan. Alasannya, mereka punya risiko masing-masing yang perlu disesuaikan.
"Tidak bisa dipukul rata karena masing-masing Fintech punya profil resiko yang berbeda," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (27/10).
Meski demikian, Bhima menyebut masih ada jalan keluar untuk mengatasi bunga kredit yang tinggi tersebut. Salah satunya adalah dengan mengatasi bunga yang mahal melalui interest rate cap atau batas atas maksimum bunga per kategori.
"Contohnya untuk Fintech yang penyalurannya ke sektor produktif bunga nya bisa dipatok max 17 persen," tuturnya.
"Sementara untuk yang bergerak disektor konsumtif seperti Fintech Kredit Tanpa Agunan bunga max 25 persen," sambung Bhima.
Solusi lain, lanjutnya, adalah dengan memangkas biaya operasional dan risiko dari fintech itu sendiri. Menurutnya, selama ini bunga mahal karena data kredit nasabah sulit diperoleh secara akurat.
"Jika data di dukcapil bisa valid dan disinkronkan ke sistem Fintech, tingkat resiko jadi lebih rendah," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
