Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Oktober 2018 | 02.25 WIB

Bunga Kredit Fintech Mahal, Ini Solusinya

Ilustrasi Fintech - Image

Ilustrasi Fintech

JawaPos.com - Bukan hal baru jika financial techinology (fintech) peer to peer landing memberikan kemudahan untuk mendapatkan kredit. Namun, bunga kredit yang diterima lebih mahal dibanding perbankan.


Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengakui jika bunga kredit fintech tidak bisa disamaratakan. Alasannya, mereka punya risiko masing-masing yang perlu disesuaikan.


"Tidak bisa dipukul rata karena masing-masing Fintech punya profil resiko yang berbeda," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (27/10).


Meski demikian, Bhima menyebut masih ada jalan keluar untuk mengatasi bunga kredit yang tinggi tersebut. Salah satunya adalah dengan mengatasi bunga yang mahal melalui interest rate cap atau batas atas maksimum bunga per kategori.


"Contohnya untuk Fintech yang penyalurannya ke sektor produktif bunga nya bisa dipatok max 17 persen," tuturnya.


"Sementara untuk yang bergerak disektor konsumtif seperti Fintech Kredit Tanpa Agunan bunga max 25 persen," sambung Bhima.


Solusi lain, lanjutnya, adalah dengan memangkas biaya operasional dan risiko dari fintech itu sendiri. Menurutnya, selama ini bunga mahal karena data kredit nasabah sulit diperoleh secara akurat.


"Jika data di dukcapil bisa valid dan disinkronkan ke sistem Fintech, tingkat resiko jadi lebih rendah," tandasnya.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore