
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyimak rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/21). Rapat ini membahas terkait rencana initial public offering (IPO) dan rights issue sejumlah BUMN. FO
JawaPos.com - Menteri BUMN Erick Thohir hadir di acara Banjar Creative Space (BCS). Acara tersebut bertujuan mensinergikan banjar-banjar di Bali agar dapat terus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang direlevansi dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
"Saya berharap, inisiasi Banjar Creative Space yang juga didukung oleh Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dapat memperkuat SDM Bali yang lebih berorientasi pada transformasi teknologi dan digitalisasi," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (29/12).
Tujuannya, lanjut Erick, agar kemajuan SDM juga sejalan dengan ekosistem dan infrastruktur seperti pelabuhan, tourism hub, serta infrastruktur lainnya, yang terus dibangun oleh Pemerintah.
Lebih lanjut, Erick juga mengingatkan juga relevansi mengenai adanya 3 (tiga) tantangan global yang dihadapi oleh Indonesia, yaitu, Pasar Global, Disrupsi Digital, dan Disrupsi Kesehatan akibat pandemi ini. Karena itu, solusi-solusi sudah harus dikerjakan dari sekarang, sebagai fondasi kekuatan Indonesia, sebagaimana telah terus berprogres di Bali.
"Selain mendorong kemajuan jejaring komunitas kreatif Banjar Creative Space juga di antaranya menekankan pembangunan infrastruktur besar seperti Pelabuhan Benoa Pelindo, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) sekaligus memberi jaminan pasti untuk UMKM dapat terus menjalankan usaha di tengah kondisi pandemi dengan KUR Himbara," ujar Erick Thohir
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana yang mendampingi Menteri Erick Thohir, menyatakan bahwa program Banjar Creative Space yang diinisiasi oleh ICCN, BITHUB, Primakara, dan stakeholder terkait lainnya semakin mantap dengan bantuan dari Kementerian BUMN.
"Melalui program ini, banjar-banjar di Bali bukan hanya sebagai tempat atau space warga untuk berkumpul dan menjalankan adat-tradisi dresta yg berjalan, tapi menjadi simpul kreativitas secara berkelanjutan," tuturnya.
Terutama, kata Ari, di era digital, Banjar bisa menjadi wadah untuk menyiapkan talenta-talenta digital yang bisa kreatif berselancar di era internet of things, menghasilkan produk-produk unggulan untuk memperkuat kesejahteraan warga banjar.
"Saya berharap 4.600 banjar di Bali memiliki tiga kesadaran penting: culture (budaya termasuk seni), nature (lingkungan-ekologis) dan future, untuk menyongsong era baru, era digital," pungkas Ari.
Menurut Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, dari 1.493 desa adat, terdapat 4.600 bale banjar yang bangunannya sangat baik, dan bahkan telah dipasangi WiFi oleh Pemerintah. Jadi hampir seluruh desa di Bali sudah tercover oleh WiFi.
Ini merupakan momentum yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan dari kreativitas pemuda-pemudi atau Yowana-yowana dan kerja keras dari Bapak Menteri (Erick Thohir) khususnya saya harapkan ke depan Bali akan bisa tampil tidak saja sebagaimana sebelumnya dengan pola-pola tapi juga mengikuti perkembangan zaman sekarang dan teknologi digital.
"Terima kasih, Bapak Menteri, mudah-mudahan Bapak Menteri menginspirasi kita semua untuk menjadikan Ubud ini sebagai hub untuk perubahan di Bali khususnya," tutur Oka Artha.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
