Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 November 2018 | 21.08 WIB

Jangan Panik Saat Wawancara via Telepon, Coba 5 Tips ini

ilustrasi wawancara kerja - Image

ilustrasi wawancara kerja


Hindari menjawab pertanyaan yang diawali dengan bergumam 'hmmm', sepertinya, dan mungkin. Kata-kata ini terkesan mencurigakan dan dapat mengurangi nilai Anda di hadapan pewawancara.


Tanpa disadari, Anda pasti akan mengucapkannya saat wawancara berlangsung. Sekali dua kali tidak apa, tetapi jangan terlalu sering. Sebaiknya berikan jawaban yang singkat, padat, dan jelas.


Hilangkan rasa gugup dan takut agar Anda tetap rileks saat wawancara telepon berlangsung. Tarik napas panjang dan atur pernapasan setiap kali rasa takut dan gugup akan menghampiri.


Pastikan Pulsa Mencukupi


Wawancara telepon memang menguntungkan dari segi materi karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi menuju perusahaan. Tetapi, Anda perlu membuat anggaran untuk membeli pulsa.


Memang, perusahaanlah yang akan menanggung seluruh biaya telepon karena mereka yang menelepon Anda. Walaupun begitu, pulsa tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi sambungan telepon yang terputus.


Anda bisa berinisiatif untuk menelepon perusahaan. Kalaupun ingin missed call, tetap saja butuh pulsa agar panggilan bisa tersambung, bukan?


Lalu, jika ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan bila akan melangsungkan wawancara kerja via telepon, maka ada juga hal yang wajib dihindari. Apa saja itu?


3 Hal yang Wajib Dihindari saat Wawancara Lewat Telepon


Menonaktifkan Nada Dering


Persiapkan diri Anda 30 menit sebelum wawancara telepon dimulai. Mulai dari menyiapkan catatan, alat tulis, dokumen penting, dan ponsel. Pastikan nada dering handphone telah diaktifkan.


Sehingga ketika ada panggilan masuk yang telah ditunggu-tunggu yakni dari pewawancara, Anda dapat segera mengangkatnya. Dengan demikian, pewawancara tidak perlu menunggu terlalu lama.


Menelepon di Tempat yang Ramai


Jika wawancara akan berlangsung di kantor, carilah tempat yang sepi saat mengangkat telepon yang berdering. Selain menghindari gangguan, cara ini aman agar pemimpin dan rekan kerja tidak tahu kalau sebenarnya Anda ingin mencari pekerjaan baru.


Cepat atau lambat, mereka pasti akan tahu memang. Tetapi lebih baik memberi tahu saat Anda benar-benar diterima bekerja di perusahaan baru untuk menghindari adanya ejekan atau sindiran akibat adanya kemungkinan kegagalan.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore