Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 November 2018 | 21.22 WIB

Meski Butuh Biaya Besar, Jonan Tetap Anjurkan Transformasi EBT

Ilistrasi - Image

Ilistrasi

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai transformasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi bersih (clean energy) memakan biaya yang tidak sedikit. 


Menteri ESDM Ignasius Jonan, mengatakan meskipun demikian, pemerintah mendukung peningkatan penggunaan EBT di Indonesia. Sebab, dalam hal ketahanan ekonomi, gini ratio, dan GDP per kapita Indomesia tidak sama dengan negara lain. 


"Persoalan ini yang jadi faktor kalau kita mau bahas transisi energi. Karena akan menimbulkan biaya baru soal transformasi energi," ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).


Menurutnya, yang menjadi pertimbangan lantaran masih adanya perbedaan atau disparitas energi yang dirasakan masyarakat Indonesia di kawasan Timur. Maka, pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk menggenjot porsi EBT atau melayani kebutuhan masyarakat di kawasan yang belum tersentuh listrik.


"Kalau ditanya, saya mendukung. Saya tahu Uni Eropa 2030 targetnya EBT bisa sampai 40-50 persen. Tapi Polandia itu tak bisa 50 persen EBT, karena 60 persen listriknya pakai batu bara. Nah kita itu 56 persennya, jadi kalau mau dipaksakan energi mix ini costnya luar biasa," tuturnya.


Disisi lain, Menteri menekankan, meski pemerintah dalam posisi mendukung keberadaan EBT, namun pemenuhan pelayanan kebutuhan energi listrik yang belum tersentuh patut diperhatikan. Hal tersebut bertujuan menciptakan pemerataan pelayanan dari sisi energi itu sendiri.


"Dari demand-nya generasi muda memang mendukung adanya clean enegy. Tapi supply side yang harus dibicarakan itu apakah harganya affordable," Imbuhnya.


Jonan menambahkan, pengembangan energi bauran (mix energy) atau EBT harus turut mempertimbangkan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. 


"Mereka EBT aja belum dapet kok, kita sudah ngomongin EBT. Mereka nanti protes. Ini yang harus jadi fokus juga. Pilihannya itu jika disubsidi apakah nantinya akan dipakai untuk pengembangan EBT atau digunakan untuk layanan listrik semua masyarakat Indonesia," tandasnya.


Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore