Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2020 | 18.53 WIB

Pemerintah: Stok Bahan Pokok Cukup, Tinggal Atur Distribusinya

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kiri) menginspeksi salah satu kios pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok aman dan harga-harga relatif stabil selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2019 - Image

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kiri) menginspeksi salah satu kios pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok aman dan harga-harga relatif stabil selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2019

JawaPos.com - Pasokan bahan pokok (bapok) aman. Itu adalah pernyataan resmi pemerintah. Meski di atas kertas kebutuhan pokok masyarakat mencukupi, pada praktiknya masih ada sejumlah daerah yang kekurangan. Sebab, pasokan yang disebut aman sampai setelah Lebaran tersebut belum terdistribusikan secara merata ke seluruh provinsi.

Kini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian mempunyai pekerjaan rumah yang tidak mudah. Yakni, meratakan distribusi bapok ke segala penjuru negeri. Terutama dari daerah surplus ke daerah minus. Untuk bisa mendistribusikan dengan tepat, dua kementerian bekerja sama memetakan kebutuhan bapok masyarakat.

"Pada dasarnya, stok cukup. Tinggal mengatur dan memastikan distribusi ini lancar," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers virtual setelah sidak ke Pasar Kramat Jati Rabu (29/4).

Dia mengaku telah menginstruksikan percepatan distribusi bapok ke daerah-daerah yang mengalami defisit stok pangan. Tol laut, menurut dia, juga akan diberdayakan secara optimal untuk mengirimkan bapok ke kawasan Indonesia Tengah dan Timur.

Agus menyebutkan bahwa tata niaga kebutuhan pokok terganggu pandemi Covid-19. Karena itu, distribusi pun tersendat. Akibatnya, stok pangan di beberapa daerah defisit.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan para produsen untuk tidak hanya mendistribusikan produk mereka di Pulau Jawa. "Di tol laut sudah ada 26 trayek. Ini bisa menjadi antisipasi defisit pangan di beberapa provinsi," tegasnya.

Dia menambahkan bahwa harga sejumlah komoditas masih lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET). Tetapi, fenomena itu tidak terjadi di seluruh daerah. Komoditas yang harganya masih jauh lebih mahal dari HET adalah bawang merah dan gula pasir.

Namun, dia yakin harga tersebut segera normal lagi. Sebab, pasokan dari daerah-daerah penghasil komoditas itu mulai berdatangan.

"Kami harus memastikan distribusi di beberapa provinsi yang defisit ini lancar supaya tidak ada defisit lagi," ucapnya.

Mengenai perkembangan harga secara nasional, harga komoditas pangan terpantau naik dan turun pada kisaran 0–5 persen. Komoditas yang harganya fluktuatif, antara lain, beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, dan telur ayam ras.

Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) melaporkan bahwa harga bawang merah naik karena kapasitas produksi pada sentra produksi Brebes, Jawa Tengah, turun sampai 10 persen. Penyebabnya, hasil tanam kurang bagus dan panen sebelumnya gagal. Di sisi lain, harga bibit bawang merah juga naik menjadi Rp 40.000 hingga Rp 45.000/kg dari biasanya Rp 20.000/kg.

"Dari sisi distribusi ke Jakarta, saat ini juga diinfokan ada penurunan. Pengiriman bawang merah dari Brebes ke Jakarta saat ini sebanyak 25 truk/ hari berkurang 16 persen daripada sebelumnya 30 truk/hari," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku sedang berusaha mendistribusikan bapok dari daerah surplus ke daerah minus. "Namun, secara keseluruhan sampai dengan Mei ini, bahan pokok dalam neraca nasional kita cukup bagus dan terkendali," ujarnya.

Syahrul mengklaim telah mengintervensi distribusi bapok. "Saat ini terdapat 28 provinsi yang dalam kendali sudah bagus," katanya.

Lebih terperinci, dia menyebut Kaltara dan Maluku sebagai dua wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Sementara itu, empat provinsi lain yang membutuhkan intervensi distribusi adalah Riau, Kepri, Babel, dan Maluku.

PETA DEFISIT BAHAN POKOK

Beras 7 Provinsi

Jagung 11 Provinsi

Cabai Rawit 19 Provinsi

Bawang Putih 31 Provinsi

Bawang Merah 1 Provinsi

Telur Ayam 22 Provinsi

Gula Pasir 30 Provinsi

Diolah dari berbagai sumber

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=W7Sk2R8oNWc

https://www.youtube.com/watch?v=Anwl_HOdYXE

https://www.youtube.com/watch?v=twPy3M58JXk

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore