Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Desember 2016 | 21.45 WIB

Target Menteri Perindustrian Terhadap Pertumbuhan IKM di Tahun Mendatang

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Chairman GarudaFood Group Sudhamek AWS (tengah), - Image

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berbincang dengan Chairman GarudaFood Group Sudhamek AWS (tengah),

JawaPos.com. - Di tengah pelemahan ekonomi global, pemerintah Indonesia sangat berharap pada Industri Kecil dan Menengah (IKM)  untuk tetap berkembang sebagai penopang ekonomi nasional.



Sebab, hingga saat ini IKM nyaris tidak mendapat imbas dari pelemahan ekonomi global tersebut.



Berdasar data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada awal tahun ini kontribusi sektor IKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen. Peningkatan itu merupakan progres dari dalam lima tahun terakhir.



Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengakui, bahwa pembinaan dan penguatan IKM sangat memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan sosial.



"Selain menyerap banyak tenaga kerja, IKM juga mampu mendistribusikan hasil-hasil pembangunan di Indonesia sehingga mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat," ujar Airlanga dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (30/12).



Diketahui, sektor IKM telah menyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan sektor lainnya. Serapan tenaga kerja pada sektor ini di awal tahun 2016 mencapai 97,22 persen.



Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) IKM Kemenperin, jumlah sentra IKM tahun 2016 sebanyak 7.437 sentra. Jumlah unit sentra terbanyak diduduki usaha pangan (40 persen), kerajinan dan aneka (23 persen), serta sandang (16 pesen).



Memasuki tahun 2017, Kemenperin menargetkan pertumbuhan unit usaha IKM sebanyak 182.000 unit menjadi 4,03 juta.



Jumlah ini meningkat 4,7 persen dari jumlah unit usaha IKM tahun 2016. Untuk itu, Airlangga menjelaskan bahwa langkah strategis yang dilakukan kementerannya dalam menumbuhkan unit usaha baru IKM adalah, dengan melalui pembinaan dalam bentuk revitalisasi kepada 1.200 sentra IKM.



"Kami menilai pengembangan wirausaha IKM sangat penting Karena sektor ini berperan besar terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Pada tahun 2017, kami akan melakukan pembinaan, salah satunya melalui revitalisasi 1.200 sentra IKM," tambahnya.



Revitalisasi tersebut akan disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), pendampingan Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL), dan penguatan kelembagaan sentra.



Selain itu, Wirausaha Baru (WUB) juga ditargetkan tumbuh sebanyak 5.000 unit usaha dari program penumbuhan dan pengembangan WUB.



Sementara, Direktur Jenderal (Ditjen) IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih menuturkan, pihaknya telah menargetkan pertumbuhan WUB sebanyak 5.000 unit usaha melalui program penumbuhan dan pengembangan WUB.



Ditjen IKM akan memfasilitasi 5.000 unit usaha itu untuk mendapatkan legalitas usaha di tahun 2017.



"Jika sudah memiliki legalitas, program itu akan dijalankan melalui anggaran pusat dan dekonsentrasi. Kami juga memproyeksikan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk IKM tahun 2017 sebesar Rp 6 Triliun untuk 240.000 unit usaha," pungkasnya.(cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore