
Menteri Pertanian Amran Sulaiman di salah satu irigasi sawah di Kalimantan
JawaPos.com – Swasembada pangan yang ditargetkan akan tercapai di tahun 2015, diperkirakan akan meleset. Pasalnya, data yang disodorkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) diduga telah direkayasa.
Akibatnya bisa fatal. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bisa keliru melakukan analisis produksi pangan tahun 2015.
"Diperkirakan swasembada pangan 2015 bisa gagal, jika data digunakan tidak secara riil," kata Ketua Umum Aosisasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santoso dalam diskusi bertajuk Senator Kita, di gedung Dewan Pers, Jalan Kebun Sirih Minggu (13/9).
Menurut dia, gejolak pangan akan terjadi di tahun 2015 karena Kementan salah menggunakan data dalam mengejar swasembada pangan. Ditambah ancaman kekeringan akibat Elnino yang melanda tanah Air.
Berdasarkan data Kementan dan BPS ( ARAM I, juli 2015) produkdi padi tahun 2015 akan meningkat spektakuler sebesar 6,64 persen dari 70,85 juta ton GKG di tahun 2014 menjadi 75,55 jut ton GKG di tahun ini. Produksi kedeai dan jagung diperkirakan naik 8,72 peren dan 4,59 persen di tahun ini.
Padahal kenaikan tiga komoditas secara bersamaan tidak pernah terjadi selama belasan tahun. Bahkan, angka tersebut telah memperhitungkan ancaman kekeringan akibat elnino.
Gara-gara data yang tidak riil, menyebabkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberi rekomendasi moratorium impor beras di tahun 2015, karena dia yakin terjadi surplus beras. Menyusul larangan impor jagung sebesar 1,35 juta ton karena diperkirakan produksi jagung meningkat 1,66 juta ton.
"Ini beda dengan data kami miliki karena banyak penurunan produksi di banyak tempat," ucap mantan Pokja Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla itu.
Produksi tersebut, lanjut Dwi, diperkirakan sama atau bahkan cenderung lebih rendah dibanding tahun 2014.
"Jika ini benar maka akan menjadi skandal mark up data produksi pertanian nasional, karena biasanya data ARAM I tidak selalu berbeda dengan angka tetap," beber Guru Besar Fakultas Pertanian IPB.
Data tersebut juga sangat penting karena digunakan untuk menyusun kebijakan pangan di tahun yang berjalan. (hyt/jpg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
