
Ilustrasi
JawaPos.com - Panjangnya rantai distribusi beras di dalam negeri membuat harga komoditas itu tinggi saat sampai ke end user (konsumen). Kondisi ini merupakan hasil penelitian dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) sejak lima tahun terakhir.
Hal itu tergambar dari Harga Pokok Penjualan (HPP) beras rata-rata nasional di tingkat petani sebesar Rp 7.300/Kg. Sementara harga hingga sampai ke tingkat end user melonjak drastis menjadi Rp 10.500/Kg atau meningkat Rp 3.200/Kg.
"Belum lagi kalau kita lihat per perusahaan, ada perusahaan yang menjual Rp 20.400/Kg ada yang Rp 20.300/Kg dan ada yang menjual Rp 13.700/Kg," ujar Ketua KPPU, Syarkawi Rauf di kantornya, Jakarta, Selasa (25/7).
Menurut Syarkawi, hal tersebut dinilai wajar. Pasalnya, peningkatan harga yang signifikan itu terjadi karena proses panjang distribusinya dari hulu ke hilirnya.
Bayangkan saja, beras yang dijual dari petani harus berpindah tangan ke pengepul. Dari pengepul kemudian masuk ke penggilingan, dari penggilingan ke pedagang besar, dari pedagang besar menuju agen, dan agen menuju ke end user. "Jadi kalau masing-masing rantai distribusi ada margin. Sehingga harga di tingkat end user pasti tinggi," kata dia.
Tidak hanya itu, lanjut Syarkawi, pihaknya juga mendapat temuan jika distribusi beras hanya terkonsentrasi di pemain besar saja. Terlebih lagi, permainan ini ditemukan justru pada level pedagang besar maupun penggilingan.
"Ini juga yang membuat margin di tengah-tengah ini menjadi lebih tinggi, ini juga yang ujung-ujungnya menyebabkan gap antara harga di tingkat petani dan harga di tingkat konsumen menjadi lebih besar," terangnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penelitian guna mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan posisi di pasar dalam rantai distribusi.
"Kedua, apakah ada praktik kecurangan dalam menentukan biaya produksi yang menyebabkan persaingan usaha yang tidak sehat. Ini dua ini akan menjadi fokus kita sementara mendalami proses ini. Terkait Kalau proses pidana saya kira kita serahkan ke kepolisian," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
