
Ilustrasi
JawaPos.com - Tingginya panen panen padi di Kabupaten Indramayu membuat daerah ini sebagai lumbung padi nasional. Betapa tidak, hasil panen padi di daerah ini menembus angka 1.700.000 ton per tahun.
Sedangkan konsumsinya cuma sebesar 250.000 ton per tahun. Hal tersebut menjadikan Indramayu sebagai salah satu daerah prioritas untuk menyukseskan program kedaulatan pangan nasional. Akan tetapi, dengan hasil padi yang besar Kabupaten Indramayu juga memiliki angka kemiskinan yang tinggi.
Menteri BUMN, Rini M. Soemarno mengatakan, ke depan Kabupaten Indramayu dicananangkan sebagai daerah untuk program rice center dan digitalisasi pertanian.
"Untuk itu dengan sinergi antar BUMN kita harus memberikan dukungan terhadap para petani Indramayu bagaimana penanganan pasca panen sehingga para petani mendapatkan hasil yang maksimal salah satunya dengan menjadikan beras biasa menjadi beras premium," Rini seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Senini (13/3).
Untuk mendukung program padi premium dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Indramyu, Kementerian BUMN menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk menjalankan program pembinaan terhadap petani Indramayu guna membudidayakan beras premium, melalui Koperasi Malai Padi Kabupaten Indramayu.
"Kebanyakan lumbung beras di sini adalah beras biasa tapi para petani tertarik untuk membudidayakan beras premium dan itu akan membantu para petani mendapatkan hasil yang maksimal, karena kita juga melihat beras premium menjadi salah satu pasar yang bagus," ujar Direktur Utama (Dirut) PNM Parman Nataatmadja.
Parman melanjutkan, Koperasi Malai Padi bisa mengawasi dalam proses budidaya padi premium dan nantinya bisa bertindak sebagai pengepulnya. "Koperasi Malai Padi nantinya bisa bekerjasama dengan BUMN beras jadi offtacker karena BUMN lain juga sudah mulai jadi ini tahap perintisan bagi kita," lanjutnya.
Pihaknya akan membantu para petani Indramayu agar merubah mainset mereka. PNM terus mendampingi mereka agar bisa membudidayakan beras premium untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi lagi. Serta meningkatkan taraf hidup para petani Indramayu.
Di tempat yang sama Executive Vice Presiden PNM Arief Mulyadi menjelaskan, merupakan sinergitas BUMN antar PNM dengan PT KAI dalam penyaluran dana kemitraan untuk membina para petani di Indramayu agar mendapatkan hasil yang maksimal.
"PNM menyalurkan Dana Kemitraan untuk anggota Koperasi Malai padi seIuas 70 Ha, lalu sinergi antara PNM dan PT KAI untuk tambahan penyaluran dana serta kemitraan seluas 60 Ha dan ke depan kita akan lakukan sinergi dengan BUMN lain untuk melakukan sertifikasinya,” ucap Arief. (dni/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
