Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 September 2021 | 22.34 WIB

Potensi Pemasukan dari Diskon PPnBM Mobil Capai Rp 5,17 Triliun

Deretan mobil baru siap diekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Jakarta, Kamis (11/2/2021). inerja ekspor sektor otomotif Indonesia diprediksi berakselerasi pada tahun ini, sejalan dengan tren perekonomian yang berangs - Image

Deretan mobil baru siap diekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Jakarta, Kamis (11/2/2021). inerja ekspor sektor otomotif Indonesia diprediksi berakselerasi pada tahun ini, sejalan dengan tren perekonomian yang berangs

JawaPos.com – Agen pemegang merek (APM) otomotif mendukung penuh upaya Kementerian Perindustrian mengusulkan perpanjangan pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen sampai akhir tahun. APM menyebutkan, insentif tersebut sangat membantu market otomotif dan industri-industri pendukung.

PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatatkan tren penjualan positif yang salah satu faktor terstimulus adalah kebijakan PPnBM. "Kita sudah mendengar juga dari Gaikindo evaluasinya (PPnBM 100 persen, Red). Memang harus diakui seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan insentif PPnBM, ini sangat membantu market otomotif," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy Selasa (31/8).

Pabrikan Jepang lainnya, yakni Honda, mengakui bahwa diskon PPnBM 100 persen terbukti efektif mendorong pertumbuhan pasar otomotif dalam beberapa bulan terakhir. "Kami percaya bahwa pemerintah juga telah mempelajari dampak positif dari insentif ini dan dapat mengambil kebijakan yang paling baik untuk semua pihak," ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy.

Sementara itu, kajian dari Institute for Strategic Initiatives (ISI) menunjukkan beberapa dampak kebijakan relaksasi PPnBM. Pertama, program itu terbukti efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang mengalami penurunan akibat pandemi.

"Bahkan, dikatakan pemerintah berpotensi mendapatkan pemasukan sebesar Rp 5,17 triliun karena kebijakan ini," ujar Direktur ISI Luky Djani.

Kedua, relaksasi pajak itu terbukti menguntungkan semua pihak. Mulai masyarakat, industri otomotif, industri yang terkait, pemerintah, dan perekonomian nasional.

MULTIPLIER EFFECT INDUSTRI OTOMOTIF

Hulu

Industri komponen tier 1 (primary supplier/penyuplai komponen inti)

Industri komponen tier 2 (secondary supplier/penyuplai komponen untuk tier 1)

Industri komponen tier 3 (tertiary supplier/penyuplai komponen untuk tier 2)

Hilir

Outlet

Workshop

Sales service

Spare parts

Leasing/bank

Diolah dari berbagai sumber

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore