
Calon penumpang menaiki kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (2/5/2021). Jelang pemberlakukan larangan mudik pada 6 Mei - 17 Mei 2021 terjadi lonjakan penumpang kereta api di stasiun tersebut. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
JawaPos.com - PT KAI (Persero) menyampaikan, perseroan akan menyesuaikan operasional perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan Jakarta pada saat diberlakukannya PPKM Darurat. Pola operasional perjalanan KAJJ dari area Daop 1 Jakarta akan menyesuaikan dengan arahan pemerintah melalui Gugus Tugas Satgas Covid-19 dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jika terdapat perubahan.
"KAI berkomitmen akan mendukung seluruh upaya dan langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah," kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangannya, Kamis (1/7).
Ia menjabarkan, pada masa awal pandemi hingga kini pola operasional kereta telah mengalami penyesuaian. Jumlah perjalanan kereta api jarak jauh berkurang hingga sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.
Pembatasan kapasitas dari setiap kereta yang berangkat juga dilakukan yakni dengan volume penumpang hanya 70 persen dari total kapasitas ketersediaan tempat duduk yang ada. "Hal tersebut dilakukan untuk dapat menjaga jarak fisik antarpenumpang di dalam rangkaian kereta api," imbuhnya.
Setiap pelanggan harus tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose C19 maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan atau hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta. Ini sesuai dengan SE Satgas Covid-19 dan Kemenhub Nomor 35 Tahun 2021.
KAI Daop 1 memastikan pelanggan yang berhak naik kereta telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna. Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, maka pelanggan dilarang naik kereta dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian bea 100 persen.
Penerapan physical distancing juga terus diawasi oleh petugas agar pelanggan mengikuti tanda batas jarak yang telah dipasang di berbagai area layanan. Untuk memastikan sanitasi dan kebersihan pelanggan tetap terjaga, KAI menyediakan wastafel dan hand sanitizer di berbagai titik strategis.
"Diharapkan penumpang KA dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama," ucapnya.
Kondisi stasiun dan rangkaian kereta juga menjadi prioritas KAI agar selalu dalam kondisi bersih dan steril dengan pembersihan berkala serta disemprot disinfektan. Petugas juga dengan rutin membersihkan area interior kereta yang sering dipegang penumpang seperti gagang pintu, fasilitas di toilet setiap 30 menit sekali.
Sementara itu PT KAI Daop 1 juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 3047 ribu pegawai atau 96 persen dari keseluruhan pegawai Daop 1 Jakarta. Vaksinasi yang dilakukan secara masif ini ditujukan untuk melindungi pekerja dan pelanggan KAI dari paparan Covid-19. Sejumlah upaya tersebut dilakukan untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 baik di stasiun dan di dalam sarana kereta.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
