Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juni 2024 | 15.24 WIB

Viral, Lelaki Tua dan Supra

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

”Mana lanjutannya?!” Komentar lain tak sabar menunggu.

”Woi!” Masih tak sabar.

Tidak ada lanjutan apa pun dari akun @PijatSopan.

Mereka yang sudah telanjur penasaran terus mengejar dan menunggu.

Dari komentar-komentar mereka yang haru dan gelisah, tergambar kenyataan tersembunyi bahwa mereka jangan-jangan memiliki kendaraan atau benda kesayangan. Namun, belum ada dalam diri mereka rasa cinta yang sedemikian mengagumkan seperti yang dijalani dan dilakukan oleh lelaki tua itu, yang belakangan diketahui ternyata pergi dengan motor tuanya sendiri ke sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali.

Berbagai prasangka muncul tentang mengapa lelaki tua melakukannya? Apakah persoalan cinta? Keluarga? Mencari seseorang? Atau suatu janji tertentu yang belum diberitahukan pada orang lain? Orang-orang semakin penasaran.

Seperti biasa, artis-artis yang hidup mencari pandangan orang lain mulai berdatangan ikut nimbrung seperti penjual balon di setiap keramaian. Artis-artis itu telah berubah dari seniman menjadi orang yang mencari klik dan perhatian. Mereka ingin ambil bagian, bagian untung cuan, menumpang kisah-kisah orang lain yang sedang viral. Mereka mulai mencari alamat, menawarkan donasi motor keluaran terbaru, sampai produk-produk iklan bermunculan ingin ambil tempat di antara riuh sesak pertanyaan yang belum terselesaikan.

”Dari pelat nomornya itu Sleman, colek @SeduluranSupraSleman,” komen seseorang dengan lampiran pelat nomor yang diperbesar.

”Keluarganya atau temannya, plis, ceritakan, siapa lelaki tua ini dan mengapa dia melakukan semua itu, biar kami bisa tidur nyenyak.”

”Dia melakukan semua itu untuk menebus masa lalunya, Kak. Ketika dia muda ingin menikmati hobinya, tetapi dia harus bekerja menghidupi anak dan istri. Sulit pergi sendirian. Dia telah menghabiskan usianya untuk membahagiakan orang lain. Sampai akhirnya, ketika anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan mandiri, dia memutuskan untuk menuntaskan impian masa mudanya dengan motor kesayangannya (tapi ini aku ngarang).”

”Masuk akal sih,” balas komentar di bawahnya, ”atau mungkin ini tentang cinta? Kita hanya bisa menduga. Ayo dong @SeduluranSupraSleman!”

Sehari kemudian, akun yang dicolek muncul memberikan komentar.

”Terima kasih telah mencolek kami. Kami sangat mengenal lelaki tua itu. Walaupun lelaki tua itu tidak mau bergabung dalam komunitas kami. Kami pernah menawari beliau sebagai ketua komunitas, mengingat beliau seorang dosen, akademisi, tetapi tetap ditolak. Alasannya bahwa beliau tidak ingin berubah dari mengagumi motor tua ke mengagumi kelompok. Kalau sudah berkelompok, orang akan kagum dengan identitas, membuat jaket, kaus, acara, dan cenderung bertindak arogan karena mulai menilai yang di luar identitasnya tidak istimewa. Nasihat ini yang kami pegang di @SeduluranSupraSleman dengan slogan yang juga diberikan oleh beliau: semua roda menggelinding, di jalan semua penting.

”Tentang mengapa beliau bepergian sedemikian rupa, kami tidak tahu. Mungkin itu lelakunya di dalam hidup seperti para sufi atau pertapa. Yang jelas, beliau pernah berkata bahwa terkadang seorang lelaki lebih nyaman menangis sendirian di atas motor, keliling-keliling, lalu pulang dalam keadaan sudah tenang dan seakan semuanya baik-baik saja.”

Kalau akhir-akhir ini Tuan mengunjungi media sosial dan sudah mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra-nya, lalu menemukan informasi tentang mengapa lelaki tua itu melakukannya, tolong ganti ceritakan pada saya tentang apa penyebab yang sebenarnya? (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore