
ILUSTRASI
”Hidup memang tak selalu bersih. Awal tak selalu dari yang baik-baik. Intinya kita buat jadi baik. Seperti dua sisi mata uang logam. Yang duniawi dan surgawi memang harus berdampingan. Itulah kenyataan hidup kita di dunia,” pastor paroki mengakhiri sambutannya.
Sebagian umat pulang dengan gembira. Ada yang bingung. Ada pula yang diam seribu bahasa. Sedang dalam tahanan Ama Tueng terus mengerang. Amuk dan mengganas. Mewaspadai semua yang datang. Ia seperti melihat kompeni datang lagi. Kompeni yang dulu membawa pergi Ama Nara kakeknya. (*)
Lewotala, Flores Timur, 2023
---
SILVESTER PETARA HURIT, Alumnus Jurusan Teater STSI Bandung. Menulis cerpen, esai, dan lakon. Mendirikan Nara Teater. Bergiat mengembangkan iklim teater dan sastra di kampung halaman Flores Timur, NTT.
---
“Hidup memang tak selalu bersih. Awal tak selalu dari yang baik-baik. Intinya kita buat jadi baik. Seperti dua sisi mata uang logam. Yang duniawi dan surgawi memang harus berdampingan. Itulah kenyataan hidup kita di dunia.”

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
