Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 15.43 WIB

Koda

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

”Segera undang ketua suku, tetua adat, dewan gereja, pemerintah desa, badan permusyawaratan desa (BPD) untuk rapat terbatas! Bikin kesepakatan bersama menyerahkan tanah yang digarap Ama Tueng buat pembangunan biara lengkap dengan kapel dan gua Maria tempat ziarah. Kerahkan warga buka lorong melintasi lokasi itu. Di sebelahnya akan kita bangun sekolah dasar dan gedung posyandu. Di depannya akan kita bangun pos jaga.”

”Bagaimana kalau dia melapor?”

”Kita gencet dia dengan dalil tanah milik suku, bukan milik perorangan. Kalau ketua suku dan anggota suku lain sudah bersepakat, ia tak punya kekuatan dukungan.”

”Kalau dia mengamuk?”

”Aparat desa bertindak. Serahkan dia ke polisi sebagai tukang rusuh penghambat pembangunan. Tanda tangan lepaskan sebagian tanahnya di wilayah pesisir pantai kepada investor yang sudah bertemu kita beberapa kali kemarin. Setelah itu, minta Lukas si tukang selingkuh menggoda istrinya. Dia punya riwayat darah tinggi dan jantung lemah. Ketika mendengar itu, ia akan mati dalam tahanan.”

Kepala desa mengangguk-angguk.

”Kita bereskan tanpa harus mengotori tangan.”

”Siapa tanggung ini dosa?”

”Hahaha. Dosa bersama. Kita pikul ramai-ramai sehingga ringan tanggungannya. Hei, jadi pemimpin itu mesti punya nyali lebih. Masih mau jadi kepala desa di periode kedua ini kan?!”

Kepala desa mengangguk.

Ama Rotok ketua lembaga adat tampak puas.

***

Hanya beberapa bulan semua bisa tereksekusi secara cepat sesuai rencana. Sehari sebelum misa peletakan batu pertama pembangunan biara, pastor paroki menyediakan waktu khusus buat pengakuan dosa agar segalanya menjadi baru.

”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Banyak umat terpesona. Pastor paroki mengutip teks kitab suci yang begitu indah ketika mengawali sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih berulang-ulang kepada tuan tanah, ketua suku, ketua lembaga adat, kepala desa, dan seluruh umat. Tak lupa secara istimewa ia sampaikan terima kasih kepada yang mewakili investor sekaligus donatur utama pembangunan biara.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore