
ILUSTRASI
”Sudahlah!”
Nurdin lari tunggang-langgang meninggalkan pejuang lainnya. Sikap pengecutnya memicu cibiran di antara para pejuang. ”Biarkan dia pergi! Di otaknya cuma ada selangkangan perempuan,” kata seorang pejuang yang berada di sebelah Qomar.
Situasi di sekitar Jembatan Merah dan Gedung Internatio bertambah panas dan mencekam. Caci maki tersembur dari mulut para pejuang. Mereka bernafsu menyerang mobil Buick yang ditumpangi petinggi kaum penjajah.
”Intai, lalu sergap dan serang!” kata seseorang.
Tak lama kemudian terdengar suara dentuman. Api menjilat-jilat udara, disusul asap yang membubung. Pada insiden inilah, Mallaby ditemukan tewas dalam mobil Buick yang sudah hangus.
Kematian Mallaby disambut sukacita oleh para pejuang, kecuali Qomar. Ia terlihat rapuh digerogoti cinta yang absurd. Setelah menyendiri sekian jam di bawah Jembatan Merah, akhirnya Qomar mantap mengambil sikap dan jalan yang harus dilakoni.
Qomar meluncur ke sebuah arah, menumpang truk, menuju tempat pengungsian di dekat stasiun kota untuk menemui Rahma. Melihat kedatangan Qomar, Rahma tampak girang sembari melemparkan senyum termanis yang ia miliki. Senyum itu terlihat jelas, meskipun sinar rembulan terlihat murung.
”Alhamdulillah kau baik-baik saja, Mas. Aku…”
Baca Juga: Menonton Bapak Memancing di Laut
”Rahma,” Qomar langsung memotong. ”Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini denganmu. Sebaiknya kita akhiri saja!”
Qomar dan Rahma sama-sama membisu. Senyum di wajah Rahwa mendadak padam. Sedangkan pedalaman hati Qomar berkecamuk tak keruan diterjang badai kebingungan. Sejurus kemudian, Rahma memegang lengan Qomar sambil mengambil ancang-ancang untuk bicara. Namun, kalimat yang akan dilontarkan Rahma tak kunjung keluar dari mulutnya.
”Maafkan aku, Rahma!”
Berhari-hari kemudian, selepas mengakhiri hubungannya dengan Rahma, Qomar melewatinya tanpa berbicara dengan siapa pun. Hingga pada akhirnya ia berpapasan dengan Hanum di Asemrowo. Qomar sengaja tidak melihatnya, memilih untuk langsung melengos. Pikirannya terombang-ambing.
”Mas Qomar!” pekik Hanum memanggil namanya. Selanjutnya, karena panggilan itu tidak digubris, Hanum berlari kecil mengejar Qomar.
”Kau dengar suaraku, kan?”

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
