Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Februari 2024 | 13.00 WIB

Menonton Bapak Memancing di Laut

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Setengah jam kemudian Wayan, Reza, dan Afgan tiba di muara. Seratus meter dari situ, laut terlihat cokelat pekat. Ombak berdebur-debur memukul tumpukan batu pemecah ombak. Setelah memarkir motor di samping warung, Wayan membeli umpan, lalu digandengnya Reza dan Afgan menuruni lereng jalan. Wayan menghampiri pemancing yang sedang nongkrong di atas batu. Tampangnya kumal, sekumal topi yang dikenakannya.

”Sudah dapat, Pak?” Wayan melongok-longokkan leher ke wadah ikan yang jelas-jelas kosong itu.

”Belum, Mas. Sepi!”

”Jelas saja sepi! Mancingnya di sini. Dapatnya pasti sampah, bukan ikan,” Wayan meninggalkan si pemancing, lalu berkata kepada Reza dan Afgan. ”Mancing butuh teori. Tidak boleh asal. Ada perhitungannya. Kuncinya pada umpan dan tempat mancing!”

Wayan lalu bercerita, ketika teman dari temannya mancing di muara, kailnya ditarik ikan besar sekali. Butuh semalaman untuk menariknya. Bahkan, tangan teman dari temannya itu sampai keseleo. Yang menyambar umpan ikan pari raksasa. Lebih besar dibanding tampah.

”Waooo, besar sekali!” sahut Reza.

”Mungkin lebih besar lagi. Jika...”

”Keseleo gara-gara tarik-tarikan dengan ikan?” Afgan memotong ucapan yang belum selesai itu.

”Bukan,” Wayan nyengir kuda, ”kurang dua meter dari darat, senar pancingnya putus. Waktu mengejar ikan yang sudah kelihatan punggungnya itu, kakinya terpeleset lumpur, tangannya membentur batu.”

Wayan, Reza, dan Afgan tiba di bawah pohon tak jauh dari muara, dan Wayan menyempatkan menghampiri dua pemancing yang sedang sibuk memasang umpan.

”Sudah dapat, Mas?”

”Sudah! Tapi kecil-kecil!” jawab yang berjaket gambar buaya.

”Pakai umpan apa?” Wayan melongok wadah bekas cat tembok itu.

”Cacing!” jawab yang berkaus oblong gambar cicak.

”Tentu saja dapatnya kecil-kecil! Mancing di laut umpannya cacing,” Wayan mencibir, lalu menjauh, lalu berkata kepada Afgan dan Reza. ”Kalau mau dapat ikan kakap yang segede bantal, umpannya harus udang hidup seperti yang kita beli tadi.”

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore