
Susi Susanti ingin pemain di Superseries dibatasi
JawaPos.com - PBSI bakal membatasi pemain yang akan tampil di superseries. Ini dilakukan untuk tak terlalu memaksakan pemain yang masih muda.
Untuk rencana itu, PBSI bakal mengelompokkan kategori usia. Ada kelompok pratama dan utama. Nanti pratama berisi pemain di bawah usia 17 tahun dan utama dihuni pebulutangkis 17 tahun ke atas hingga senior.
"Harus ada batasan pemain yang bisa tampil di superseries. Atlet yang kiranya belum sanggup lebih baik tidak main dulu di level ini," tutur Kabid Binpres, Susi Susanti usai pelantikan kepengurusan PBSI oleh KONI Pusat di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/1/2017).
Namun demikian, Susi Susanti menyerahkan sepenuhnya keputusan pada pelatih masing-masing nomor. Pasalnya, itu tergantung keputusan pelatih.
"Yang punya kapasitas ini pelatih, mereka berhak menentukan langkah pemain untuk memilih turnamen," papar dia.
Rangkaian ajang superseries, turnamen beregu dan kejuaraan dunia menjadi turnamen yang paling ditunggu-tunggu. Sebanyak 13 rangkaian kejuaraan perorangan level teratas akan mewarnai sepanjang 2017. (ies/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
