
Legenda bulu tangkis nasional, Susi Susanti. (Istimewa)
JawaPos.com-Legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet cabang olahraga panjat tebing. Kasus tersebut disebut melibatkan oknum mantan pelatih kepala yang sebelumnya bertugas dalam program pelatihan atlet nasional.
Sebagai mantan atlet yang pernah memperjuangkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional, Susi memahami betul perjalanan panjang yang harus dilalui para atlet untuk meraih prestasi. Menurutnya, para atlet menghabiskan waktu bertahun-tahun menjalani latihan intensif di pusat pelatihan nasional demi satu tujuan, yakni mempersembahkan prestasi bagi bangsa.
Karena itu, Susi menilai lingkungan pelatnas seharusnya menjadi tempat yang aman, kondusif, dan mampu mendukung perkembangan atlet secara maksimal.
“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa atlet kita. Atlet adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang aman untuk berkreasi dan berkembang,” ujar Susi dalam keterangannya.
Peraih medali emas Olimpiade itu juga menilai sangat disayangkan jika pengabdian para atlet yang telah berlatih keras demi mengharumkan nama Indonesia justru ternoda oleh tindakan kekerasan.
Di sisi lain, Susi mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang memberikan dukungan kepada para korban untuk menempuh jalur hukum serta memastikan adanya perlindungan bagi atlet yang melaporkan kasus tersebut.
Menurut Susi, respons cepat pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
“Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menunjukkan keberpihakan pada perlindungan atlet. Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan dan agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia juga menilai pembukaan saluran pengaduan bagi atlet yang pernah atau sedang mengalami kekerasan seksual merupakan langkah penting untuk memberi ruang aman bagi korban menyampaikan laporan.
Susi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam dunia olahraga memiliki integritas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para atlet, baik saat menjalani pelatnas maupun ketika mengikuti kompetisi di dalam dan luar negeri.
“Setiap atlet tentu membutuhkan bimbingan dan dukungan dari support system yang mengelilinginya. Sangat disayangkan jika ada sosok di sekitar atlet yang mencederai kepercayaan ini,” kata Susi.
Menurutnya, semua pihak yang berkecimpung dalam dunia olahraga harus memiliki komitmen yang sama untuk melindungi atlet serta memastikan lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
