Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Januari 2024 | 16.19 WIB

Dia yang Enggan Menjadi "Bocah Tua Nakal"

Cover Buku - Image

Cover Buku

Kita sampai ke puisi berjudul manfaat puisi. Lelaki tua seperti memberi nasihat kepada anak dan cucu. Ia tak salah memilih diksi ’’manfaat” tanpa harus dipastikan pengertian tepat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Afrizal Malna dalam jurus repetisi: apakah ia membakar/ atau membekukan/ apakah ia mendirikan/ atau meruntuhkan/ apakah ia menghentikan/ atau menggerakkan. Kebiasaan ’’meminta” jawab dan membesarkan ragu menandai tua tak tertolak. Di ujung, ia menulis: ’’awas, hati-hati, puisi tidak bisa digunakan untuk gosok gigi.” Kita mematuhi saja nasihat dan mengelak memberi semua jawaban.

Kita perlu menaruh buku berjudul Pada Batas Setiap Kini (2017) berdekatan dengan tiket masuk bioskop autobiografi (2023). Dulu, Afrizal Malna memberi khotbah saat jemaah mengantuk atau memberi mata untuk langit: ’’Setiap kata adalah sebuah kamar pengertian yang berdiri sendiri.... Tapi, ketika saya mulai menamainya sebagai sebuah kata, mereka menjadi partikel bahasa yang terpisah satu sama lainnya. Semua itu telah mengonstruksi tubuh dan pikiran saya.”

Di hadapan buku persembahan orang disahkan tua, kita kadang menemukan kata-kata menolak tua. Ia masih berjalan dengan puisi sadar lelah dan sakit. Puisi boleh terengah-engah dan minum obat. Begitu. (*)

---

  • Judul: tiket masuk bioskop autobiografi
  • Penulis: Afrizal Malna
  • Penerbit: JBS
  • Cetak: 2023
  • Tebal: 140 halaman
  • ISBN: 978 623 7904 74 8
Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore