
COVER BUKU
Bagi Handry, ruang tunggu adalah juga ketakpastian. Apa yang ditunggu? Tak ayal dalam penungguan itu, penyair pun sempat protes –atau setidaknya mengusik– bahwa ternyata Tuhan tidak menepati//”adakah yang ingkar dari sebuah/ruang tunggu?” (puisi ”Ruang Tunggu 1”, halaman 159).
Ya, sememangnya kita tidak pernah ragu pada kekuasaan-Nya. Pada kepastian-Nya. Begitu pula penyair Handry TM. Seperti sudah ditulisnya dalam puisi ”Selekas Ini” (halaman 4) yang saya nukil di atas:
tuhan telah membawamu/dari penantian tak pasti/sekarang atau entah nanti/kita harus kembali//selamat jalan
Selamat jalan tuan penyair. Kelak kami menyusul: harus kembali! (*)
---
---
*) ISBEDY STIAWAN ZS, Sastrawan Indonesia bermukim di Lampung. Ia menulis puisi, cerpen, esai, dan karya jurnalistik. Buku puisi terbarunya Nuwo Badik dari Percakapan dan Perjalanan, Ketika Aku Pulang, Masuk ke Tubuh Anak-Anak, dan lain-lain.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
