
Cover Buku
Oleh NAUFAL ZABIDI
Risda Nur Widia berhasil membingkai siapa dan bagaimana perilaku harimau jawa.
ORANG Belanda memang berburu harimau di Jawa, tapi hanya Darmo-lah satu-satunya manusia yang mendapat predikat pembunuh harimau jawa dalam novel ini. ”Harimau jawa” tidak diartikan sebagaimana mestinya, melainkan metafora dari para penguasa lokal yang menindas rakyatnya sendiri.
Darmo betul-betul lihai memanfaatkan momentum. Orang Belanda yang tengah diusik harimau, sebab mengacau sumber penghasilannya, memutuskan untuk memburu harimau tersebut. Bukannya berhasil menumpas harimau, para elite Belanda ini justru diobrak-abrik harimau karena sibuk bertengkar. Darmo berhasil mengecoh ”harimau jawa”, kemudian membunuh sisanya dengan tangan sendiri.
Mistisisme dan Legenda
Berlatar Desa Pajang, Jogjakarta, novel ini dibagi menjadi 12 bab dengan alur maju mundur. Detail percakapan dan istilah-istilah berbahasa Belanda menguatkan bahan novel sebagai kategori sastra sejarah.
Risda Nur Widia, sang penulis novel, membuka cerita dengan penemuan dua mayat warga di wilayah Pajang. Kondisi keduanya yang terkoyak-koyak membuat warga yakin bahwa kematian ini ulah harimau. Padahal, tidak ada saksi yang melihat penyebabnya langsung.
Banyak warga yang mendadak ditemukan tewas di Desa Pajang. Beberapa warga lain ribut karena anaknya tidak kembali ke rumah. Selain menduga bahwa pembunuhnya adalah harimau, sebagian warga berusia lebih tua mengira bahwa anak-anaknya hilang karena diculik makhluk halus. Percakapan warga Desa Pajang dalam gubahan Risda cukup melambangkan bahwa mereka kental dengan mistisisme.
”Kami percaya bahwa roh leluhur sering menjelma menjadi harimau.” (hal 104)
Memilih harimau untuk menceritakan masa lampau adalah pilihan unik. Di Jawa, harimau erat kaitannya dengan legenda Prabu Siliwangi. Seiring waktu, legenda tersebut dipotret sebagai produk kebudayaan.
Raden Saleh, misalnya, memberi tempat spesial untuk harimau dalam lukisannya. Besar kemungkinan kondisi zaman dan serangkaian tragedi sejarah saling berkaitan dengan harimau.
Sayangnya, harimau jawa dinyatakan punah pada 1980-an. Perburuan harimau jawa di masa pemerintah kolonial dan pemburu harimau liar pasca kemerdekaan tentu punya andil besar pada kepunahan harimau di Jawa.
Penindasan Belanda
Tampak bahwa pengaruh mitos dan legenda hanya berlaku pada warga lokal. Saya tidak menemukannya pada Dedrick, seorang Belanda yang jadi penguasa lahan di wilayah Pajang.
Hanya, Dedrick kesal dengan beredarnya kabar harimau di Desa Pajang. Dia takut ternaknya terus berkurang karena harimau di Hutan Pajang ikut mencampuri wilayah kekuasaannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
