Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2024 | 15.09 WIB

Pentingnya Metode Berpikir Sains

Cover Buku - Image

Cover Buku

Oleh KUKUH BASUKI RAHMAT, Alumnus Magister Psikologi UGM dan anggota komunitas Radio Buku

---

Dalam buku Sukacita Sains, Jim Al-Khalili menjelaskan mengapa sains memberikan banyak manfaat, tapi di sisi lain masih banyak orang menolak keberadaannya. Bagaimana sains menjadi pilihan jitu dalam mengatasi segala masalah dalam hidup, namun di sisi lain masih ada yang meragukannya.

SEIRING perkembangan zaman, kebutuhan kita akan asupan sains semakin meningkat dan mendesak. Hampir seluruh aspek kehidupan kita menggunakan campur tangan sains di dalamnya. Dengan kacamata sains, kita menjadi lebih memahami segalanya dengan lebih baik dan objektif sehingga kita dapat memilih solusi dari permasalahan yang terjadi dengan lebih efektif dan efisien.

Contoh yang paling mutakhir adalah ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Negara-negara di dunia sangat menggantungkan hasil penelitian dari ahli virolog untuk memahami apa sebenarnya penyebab dari pandemi tersebut.

Tim epidemiologi berkontribusi besar membantu negara untuk membuat strategi menekan angka persebaran epidemi dengan menekankan social distancing dan penggunaan masker. Dalam harap-harap cemas, masyarakat juga sangat menunggu tim ahli vaksin untuk segera membuat formula vaksin terbaik untuk segera diinjeksikan.

Namun, hal itu tetap tidak serta-merta membuat sains menjadi pilihan utama dalam pola pikir masyarakat, bahkan petinggi negara, dalam mengambil keputusan. Adanya disinformasi dan kesalahpahaman membuat sains terbengkalai dan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Hal itu bisa kita lihat dari masih banyaknya masyarakat yang enggan menggunakan masker, menjaga jarak, bahkan antivaksin.

Dalam buku Sukacita Sains, Jim AlKhalili menjelaskan mengapa sains memberikan banyak manfaat, tapi di sisi lain masih banyak orang menolak keberadaannya. Bagaimana sains menjadi pilihan jitu dalam mengatasi segala masalah dalam hidup, namun di sisi lain masih ada yang meragukannya.

Kesalahpahaman sains tidak melulu karena kurangnya pemahaman dari masyarakat awam. Perdebatan bagaimana posisi sains juga terjadi dalam debat para akademisi.

Beberapa ahli sosiolog, misalnya, menganggap para saintis terlalu naif jika melakukan metode sains tanpa konteks budaya, sejarah, ekonomi, maupun politik. Memang tidak sepenuhnya ilmuwan bebas nilai, namun jika ada kesalahan karena pengaruh nilai dan sentimen yang dianut, ilmuwan lainnya akan mengoreksinya dengan bukti-bukti yang lebih melimpah.

Jikalau seseorang bersikeras bahwa sains itu adalah sebuah ideologi, Jim memberikan perbedaan mendasar antara sains dan ideologi lainnya. Sains selalu mempunyai kemungkinan falsifikasi (falsifiability), keterulangan (repeatability), pentingnya ketidakpastian (importance of uncertainty), serta nilai dari mengakui kesalahan (value of admitting mistakes).

Jim juga mengakui bahwa sains memang tidak pernah sepenuhnya ”bebas nilai”. Ada prinsip etika, moral, dan sosial yang harus dimiliki saintis selain kejujuran, integritas, dan objektivitas.

Perbedaan lainnya yang sangat mencolok antara sains dan metode berpikir lain seperti agama, ideologi politik, dan klenik adalah bukti. Proses perumusan dalam sains hanya bisa diverifikasi dengan adanya bukti pengamatan. Semakin banyak bukti yang terkumpul, posisi teori dalam sains tersebut semakin kuat. Bukti harus lebih penting ketimbang opini.

Dalam menyikapi teori dalam sains, Jim sangat menentang simplifikasi pisau Ockham untuk segala situasi. Teori yang lebih baik mempunyai daya guna yang lebih tinggi dibandingkan teori yang kurang baik.

Teori itu bekerja terlepas bentuknya sederhana ataupun kompleks. Dalam sains tidak ada penyederhanaan secara sembrono. Jika teori itu rumit namun berfungsi, tidak perlu susah-susah merevisinya menjadi lebih sederhana.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore