
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Istimewa).
JawaPos.com - Setelah sempat mengalami penurunan yang tidak sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia, Pemerintah memastikan harga Tandan Buah Segar (TB) di berbagai sentra produksi nasional kini kembali bergerak naik dan mendekati bahkan melampaui level sebelumnya.
"Alhamdulillah, langkah bersama yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil positif. Bahkan harganya ada yang melampui harga sebelumnya. Ini sangat baik untuk kesejahteraan petani sawit,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya pada Senin (22/6).
Di Sumatera Utara, provinsi dengan harga TBS tertinggi secara nasional, harga TBS kembali menguat pada periode 17—23 Juni 2026. Tim penetapan harga Provinsi Sumatera Utara menaikkan harga TBS untuk tanaman usia produktif 10-20 tahun sebesar Rp3.879,39 per kilogram, naik Rp159,30 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai daerah dengan harga TBS tertinggi di Indonesia pada periode pertengahan Juni 2026. Kenaikan harga di Sumut terjadi secara beruntun dalam beberapa periode terakhir, mencerminkan mulai pulihnya pasar sawit setelah sempat mengalami koreksi.
Sementara itu, di Sumatera Barat, harga TBS sawit rakyat yang sebelumnya sempat terkoreksi mulai kembali menguat pada pekan ketiga Juni. Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Sumatera Barat menetapkan harga TBS untuk tanaman menghasilkan berumur 10 hingga 20 tahun sebesar Rp3.789,11 per kilogram, naik Rp104,33 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
"Harga pembelian di tingkat petani sawit rakyat juga mengalami kenaikan yang menjadi sinyal positif bahwa pasar sawit rakyat mulai kembali bergairah," ujar Amran.
Di Provinsi Riau, yang merupakan salah satu lumbung sawit terbesar nasional, harga TBS plasma periode 17—23 Juni juga kembali bergerak naik hingga mencapai Rp3.785,88 per kilogram untuk kelompok umur sembilan tahun. Sementara untuk kelompok umur 10—20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.765,20 per kilogram. Kenaikan tersebut memberikan optimisme bagi petani plasma karena harga kembali mendekati level Rp3.800 per kilogram.
Penguatan harga juga terjadi di Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penetapan periode kedua Juni 2026 atau berlaku untuk pembelian 16—30 Juni 2026, harga TBS sawit untuk tanaman umur produktif 10—20 tahun mencapai Rp3.704,99 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya dan menunjukkan bahwa perbaikan harga mulai dirasakan petani di wilayah sentra sawit Sumatra bagian selatan.
Di Jambi, harga TBS juga berada dalam tren yang membaik dan menempatkan provinsi tersebut dalam jajaran daerah dengan harga sawit tertinggi nasional. Jambi mencatatkan harga mitra plasma sebesar Rp3.706 per kilogram.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
