
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan pihaknya telah merampungkan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia. (dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PU)
JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan pihaknya telah merampungkan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia. Menurutnya, jumlah tersebut mencakup wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menteri Dody menjelaskan bahwa titik lokasi pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara Kementerian PU bertugas melakukan survei kesiapan lahan dan mempercepat proses pembangunan sesuai target yang ditetapkan.
"Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga yang di wilayah 3T. Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survey saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun. Karena kita juga kan dikejar target," kata Menteri Dody dalam Media Briefing Update Infrastruktur di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6).
Ia menyatakan, saat ini proses serah terima aset kepada BGN tengah berlangsung. Sebelum diterima secara resmi, BGN kemungkinan akan melakukan pengecekan terhadap setiap fasilitas SPPG untuk memastikan seluruh bangunan siap digunakan.
"Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN akan mengecek satu per satu. Tapi secara utuh sudah selesai semua," tuturnya.
Lebih lanjut, Menteri Dody mengungkapkan pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan pimpinan baru BGN dalam waktu dekat untuk memastikan proses pemanfaatan dan operasional seluruh SPPG dapat berjalan optimal.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Pembangunan SPPG di kawasan 3T antara lain, dua SPPG di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan layanan gizi yang mendesak, termasuk kawasan perbatasan.
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 m² di Kabupaten Timor Tengah Utara, sementara SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 m² di Kabupaten Malaka.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
