Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 06.38 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Penanaman Jagung Kuartal III Ditargetkan Mencapai 168 Ribu Hektare

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung kuartal III di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/7).(ANTARA) - Image

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung kuartal III di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/7).(ANTARA)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara simbolis memimpin penanaman jagung kuartal III di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Kapolri Listyo Sigit dalam sambutannya. Rabu (9/7), mengatakan bahwa pada kuartal III tahun 2025, dilakukan penanaman jagung secara nasional pada lahan seluas 168.432,23 hektare (Ha).

"Terdiri dari 117.510,29 hektare lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami serta 48.082,40 hektare lahan produktif dan 2.839,54 hektare lahan perhutanan sosial yang akan dilakukan penanaman pada hari ini," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (10/7).

Adapun pada Jawa Tengah sendiri, lanjut Kapolri Listyo Sigit, lahan yang ditanami memiliki luas 38.750,14 Ha, yang terdiri dari 36.287 Ha lahan produktif serta 2.463,14 Ha lahan perhutanan sosial. Lahan tersebut akan dikelola para petani binaan Polres hingga Polsek. Lebih lanjut, jenderal polisi bintang empat itu mengungkapkan bahwa berdasarkan data hingga 8 Juli 2025, terdapat potensi lahan untuk ditanami jagung seluas 795.339,53 Ha.

Dia memperincikan 301.672,049 Ha lahan diantaranya merupakan lahan perhutanan sosial, sedangkan yang telah ditanami seluas 431.233,36 Ha. Penanaman itu tidak terlepas dengan kolaborasi bersama Inhutani dan Perhutani serta antar-stakeholder, kementerian, dan lembaga terkait.

Selain penanaman jagung, Polri saat ini juga membangun 18 gudang pangan Polri di 12 provinsi dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 18.000 ton. "Proyeksi akan selesai bulan Agustus 2025. Kedepan pada 18 gudang tersebut akan dibangun gudang jagung pipil yang dilengkapi dengan dryer sehingga proses pengurangan kadar air dapat berjalan lebih cepat," kata Kapolri.

Polri juga memberikan dukungan operasional secara bertahap kepada penyuluh pertanian lapangan berupa 500 unit alat penguji kesuburan tanah serta kepada kelompok tani dan koperasi berupa 89 unit alat pemipil jagung, 100 unit alat penguji kadar air, dan 93 unit alat pengering. Terkait dengan penyerapan hasil panen, ungkap Kapolri, Bulog menjadi mitra strategis utama yang akan dipenuhi oleh hasil di penanaman kuartal III.

Jika gudang Bulog sudah penuh, maka akan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengoptimalkan penyerapannya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore