Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 November 2023 | 19.19 WIB

Pantauan Terus Dilakukan Demi Jaga Stabilitas, Kemenkeu Sebut Surplus Neraca Dagang Cermin Ketangguhan Ekonomi RI

Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas. / Sumber: ANTARA/HO-Pelindo/am. - Image

Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas. / Sumber: ANTARA/HO-Pelindo/am.

JawaPos.com - Kementerian Keuangan menyatakan neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar 3,48 miliar dolar AS pada Oktober 2023, dan menunjukkan ketangguhan daya tahan ekonomi negara.

"Meski mengalami penurunan, neraca perdagangan Indonesia yang masih surplus di Oktober ini mencerminkan daya tahan Indonesia di tengah risiko global yang masih eskalatif," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, dilansir dari ANTARA, Jumat (17/11).

Surplus neraca perdagangan pada Oktober membuat Indonesia berhasil mempertahankan surplus selama 42 hari berturut-turut.

Surplus perdagangan Oktober 2023 tercatat naik 0,07 miliar dolar AS dibandingkan capaian pada September 2023 (month of month/mtm), namun turun 2,12 miliar dolar AS dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2022 (year on year/yoy).

Menurut Bank Indonesia (BI) nilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2023 memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Bank Indonesia memandang perkembangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono kepada media di Jakarta.

Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan selama periode Januari-Oktober 2023 mencapai 31,22 miliar dolar AS.

Untuk ekspor Indonesia pada bulan Oktober 2023 tercatat 22,15 miliar dolar AS, turun 10,43 persen secara tahunan (yoy), terutama akibat high base effect tahun lalu serta menurunnya harga komoditas tahun ini.

Penurunan tersebut terjadi pada semua sektor, yaitu sektor industri pengolahan (5,03 persen yoy), pertambangan (28,57 persen yoy) dan pertanian (21,58 persen yoy).

Walaupun dari sisi nilai mengalami penurunan, namun dari volume ekspor mengalami kenaikan sebesar 71,6 persen yoy, mengindikasikan permintaan dari negara - negara mitra masih cukup kuat.

Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama periode Januari-Oktober 2023 mencapai 214, 41 miliar dolar AS.

Selain Indonesia, negara mitra juga mengalami pelemahan kinerja perdagangan. Sebagai contoh, impor Amerika Serikat secara keseluruhan masih terkontraksi, meski perekonomian negara dalam tren menguat. Nilai ekspor Indonesia ke AS terkontraksi sebesar -0,51 persen (mtm).

Perlambatan juga terjadi di kawasan ASEAN, tercermin pada ekspor ke Singapura dan Malaysia yang terkontraksi masing - masing sebesar 4,73 persen dan 2,28 persen (mtm).

Namun, untuk ekspor ke Tiongkok masih mencatatkan nilai sebesar 11,96, persen mtm, di tengah perlambatan ekonomi negara tersebut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore