Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 00.49 WIB

Kata Pengusaha Soal Tantangan di Sektor Energi Tahun 2018

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTU) - Image

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTU)

JawaPos.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO) bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sammy Hamzah menilai tantangan Indonesia khususnya dalam sektor energi pada 2018 mendatang akan semakin berat. Menurutnya, perlu ketegasan dan keseriusan daari pemerintah untuk melewati tantangan tersebut.


Dari sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), dirinya menilai belum ada upaya yang lebih serius dari pemerintah untuk menggarapnya. Di sisi lain, pemerintah terus menekan PLN agar bisa membuat tarif listrik semurah mungkin.


"Makanya kalau bicara ke sana energi berkeadilan akan sulit. PLN diminta menahan tarif listrik serendah mungkin, tapi di lain pihak bayangkan harga minyak atau gas naik lagi," ujarnya dalam Outlook Apindo 2018 di Jakarta, Selasa (5/12).


Lalu dari sektor mineral, yang masih menjadi tantangan bagi pemerintah adalah perihal kontrak-kontrak jangka panjang yang masih belum optimal. Artinya, selama ini pemerintah berhasil mendapat kontrak jangka panjang namun penerimaan bagi negara hanya sedikit.


"Mineral taglinenya masih sama bahwa kita merasakan bahwa nilai tambah didapatkan negara dalam kontrak-kontrak jangka panjang belum optimal untuk negara sehingga sekarang dilemanya bagiamna dapatkan kebijakan (agar penerimaan) naik tapi di lain pihak ga mau dianggap sebagai negara yang tidak menhormati," jelas dia.


Sementara itu dari sektor minyak dan gas bumi (migas), permasalahan yang dihadapi adalah perihal sulitnya investasi yang masuk ke Tanah Air. Sebagai contoh, Blok Masela di Maluku sampai saat ini masih belum menemukan peminatnya.


Untuk itu, perlu perbaikan dalam iklim investasi di Indonesia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memberi kemudahan berusaha bagi para investor.


"Migas problem unfortunately sama. Investasi migas masih belum di tingkat yang kita harapkan. Iklim investasi dalam negeri harus diperbaiki sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga," pungkasnya. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore