
ILUSTRASI
JawaPos.com - Rencana pembangunan pabrik pengolahan mineral (smelter) PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik disambut positif PT Petrokimia Gresik (PG). Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) ini berencana memanfaatkan limbah asam sulfat dari smelter Freeport untuk bahan baku pupuk NPK.
"Kami siap menyerap asam sulfat hasil samping smelter Freeport. Dengan demikian, secara tidak langsung Freeport juga turut berperan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional, khususnya untuk penyediaan pupuk bersubsidi," ujar Dirut Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto dalam keterangan tertulisnya kemarin (5/1).
Sebaliknya, lanjut Nugroho, asam sulfat jika tidak diolah lebih lanjut dapat berpotensi menjadi limbah industri yang penangannnya cukup sulit dan bisa berdampak terhadap lingkungan. Dia berpendapat rencana proyek smelter Freeport dapat menghasilkan asam sulfat dengan volume besar."Hasil samping asam sulfat sebesar 2 juta ton per tahun," tuturnya.
Berdasarkan Perjanjian Sewa Tanah antara Petrokimia Gresik dan PT Freeport Indonesia pada Juni 2015, PG bertanggungjawab atas penyediaan lahan seluas 80 hektar untuk proyek smelter PTFI."Saat ini, lahan tersebut telah tersedia, baik dari aspek teknis maupun legalitas," ungkapnya.
Selain lahan, PG juga memiliki insfrastruktur pendukung, seperti pelabuhan untuk membongkar peralatan berat, ketersediaan pasokan air industri melalui proyek uprating atau peningkatan kapasitas air, dan berbagai sarana pendukung lainnya yang sudah tersedia."Proyek ini dipastikan dapat memberikan multiplier effect yang besar bagi kawasan sekitar," sebutnya.
Beberapa dampak positifnya antara lain akan terjadi serapan tenaga kerja, baik ahli ataupun kasar serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dampak ini tentu tidak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat Gresik, tetapi juga masyarakat Jawa Timur pada umumnya."Ini adalah poin penting untuk mempercepat proses pembangunan smelter Freeport," tegasnya.
Saat ini Petrokimia Gresik memiliki kapasitas total produksi mencapai 7,73 juta ton per tahun yang terdiri dari produksi pupuk sebesar 4,44 juta ton per tahun dan non-pupuk (amoniak, asam sulfat, asam fosfat, gypsum, dan sebagainya) sebesar 3,29 juta ton per tahun."Ditargetkan kapasitas produksi naik 15,9 persen menjadi 8,96 juta ton per tahun pada 2017," lanjutnya.
Kedepan, Petrokimia Gresik berencana membangun pabrik NPK Phonska V dengan kapasitas 600 ribu ton pertahun. Rencana penambahan pabrik baru ini menjadikan kebutuhan asam sulfat PG meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun yang akan datang."Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu bahan baku yang dibutuhkan adalah asam sulfat," jelasnya. (tih)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
