
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama masyarakat melepaskan sebanyak 100 tukik di kawasan Pantai Lambaro, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025) (ANTARA/HO-PT Pelni)
JawaPos.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melepaskan sebanyak 100 tukik di pulau terluar Aceh, yakni di kawasan Pantai Lambaro, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar sebagai upaya mendukung konservasi penyu.
"Sebanyak 100 tukik dilepas di area pesisir strategis. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar," kata Kepala Cabang Pelni Medan Romadhoni, di Aceh Besar, dikutip Sabtu (8/2).
Pelepasan tukik tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelni. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan populasi penyu yang semakin berkurang akibat perburuan dan degradasi lingkungan.
Romadhoni menyampaikan bahwa program pelepasan tukik ini juga sebagai langkah nyata PT Pelni dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta mendukung konservasi penyu.
Dia menegaskan, Pelni tidak hanya berfokus pada layanan transportasi semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Dengan adanya program konservasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menjaga populasi penyu yang semakin berkurang serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi ekosistem laut,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Pelni juga memberikan perlengkapan patroli kepada komunitas lokal yang bertugas menjaga habitat penyu dari ancaman perburuan dan kerusakan ekosistem.
Bantuan tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendukung upaya konservasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selain pelepasan tukik dan pemberian perlengkapan patroli, lanjut dia, Pelni juga memberikan edukasi konservasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar di wilayah Pulo Aceh. Peserta diberikan pemahaman pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut serta langkah yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi habitat penyu.
Dia menambahkan, program konservasi tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya kawasan konservasi yang terjaga, peluang untuk mengembangkan sektor ekowisata semakin terbuka, sehingga dapat menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.
“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui ekowisata berbasis konservasi. Kami berharap masyarakat dapat ikut serta dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” kata Romadhoni.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
