
UMKM binaan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Pertamina Zona 9 Tanjung Field punya program baru untuk memproduksi obat.
JawaPos.com - Selama ini program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan identik dengan kuliner, lingkungan pendidikan. Namun warga binaan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Pertamina Zona 9 Tanjung Field punya program baru untuk memproduksi obat.
Nuni Alpia, salah satu anggota kelompok UMKM Barokah binaan Tanjung Field menceritakan bahwa kelompok Barokah baru saja mempunyai keahlian baru untuk membuat obat yang terbuat dari ikan gabus. Ikan gabus mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Itu sebabnya, ikan ini memiliki banyak manfaat, mulai dari mengatasi masalah gizi buruk sampai mengontrol gula darah.
Dia menuturkan Pertamina menginisasi pelatihan khusus pembuatan albumin dari minyak ikan gabus. Bahan baku ikan gabus sendiri banyak ditemui di desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Tabalong, Kalimantan Selatan.
"Sekarang kami sudah bisa membuat minyak ikan gabus dan siap untuk memproduksi," kata Nuni disela pelaksanaan Forum Kapasitas Nasional 2023 di Jakarta Convention Center, Jumat (24/11).
Dia berharap berbagai persyaratan administrasi tersebut bisa segera selesai sehingga tahun depan UMKM Barokah bisa melebarkan usahanya ke sektor kesehatan. "Sekarang sedang urus izin edar. Peminat banyak rumah sakit. Itu untuk diminum elain pengobatan luka dalam juga dioles minyak itu. Luka cepat kering," jelas Nuni.
Menurut dia rumah sakit di Banjarmasih sudah mengutarakan minatnya untuk membeli minyak ikan gabus buatan UMKM Barokah hanya mereka memang menunggu rampungnya berbagai standar yang harus dipenuhi sebelum bisa beredar di pasaran.
"Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Mereka minta lengkapi izin, ini jadi program kami tahun depan," ungkap Nuni.
UMKM Barokah mulai mengembangkan potensi daerah berupa ikan Gabus dan Nila yang banyak ditemui di sungai-sungai pada tahun 2021 saat Tanjung Field juga mulai melirik potensi masyarakat dalam membuat abon. Padahal sebelumnya meskipun sudah ahli dalam membuat abon warga desa Jirak kesulitan untuk memasarkan produknya. Belum lagi kekurangan modal membuat ibu-ibu desa urungkan niat untuk memulai usaha.
Untungnya potensi ibu-ibu di sana terendus oleh manajemen Pertamina. Mulai dari pelatihan, pemasaran hingga bantuan peralatan mampu meningkatkan produktifitas UMKM Barokah.
Sekarang UMKM Barokah yang terdiri dari 10 anggota sudah bisa memasok berbagai produk olahan makanannya ke pasar swalayan di Tabalong dan sekitarnya seperti Karmina Mart, Taman 10k maupun berbagai ajang pameran dan bazar di Tabalong.
"sekarang bisa 2 juta pemasukan kelompok setiap bulannya," ungkap Nuni.
Muhammad Fajerianoor, Communication Relation & CID PHI Zona 9 Pertamina, mengungkapkan olahan ikan memang jadi salah satu andalan UMKM Barokah lantaran sumber daya ikan banyak ditemui disana. Saat ini manajemen fokus membantu pengembangan produk tersebut terutama dari sisi pemasaran.
"Kita sudah berikan bantuan alat produksi (spinner), peningkatan kualitas produk melalui pelatihan, kemasan digital marketing. Jadi, Pertamina meningkatkan pemasarannya," jelas Fajeri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
