
Suasana deretan toko yang sepi di Pasar Tanah Abang, Blok B, Jakarta.
JawaPos.com – Sepinya Pasar Tanah Abang bukan baru-baru ini saja terjadi karena harga yang ditawarkan di TikTok Shop memang sangat miring. Ayah Fuji, Haji Faisal, yang juga punya toko di Tanah Abang mengakui sepinya pembeli di pasar grosir terbesar se-Asia Tenggara itu sudah dirasakan oleh para pedagang sejak Covid-19.
“Jadi, banyak faktor yang menyebabkan (pasar sepi). Bukan (karena TikTok) itu aja,” kata Haji Faisal ditemui wartawan saat kunjungan Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas), Kamis (28/9).
Mertua dari Vanessa Angel ini pun mengakui saat ini toko offline yang dia kelola tinggal satu unit, dari sebelumnya 10 gerai. Omzetnya pun menurun drastis, menjadi hanya 20 persen dari kondisi sebelum pandemi.
Di Pasar Tanah Abang sendiri, ramainya pembeli memang sangat tergantung musim. Biasanya, kios-kios pedagang ramai diserbu pembeli pada dua atau tiga bulan sebelum Lebaran. Setelah itu, pembeli sedikit surut dan baru ramai lagi sebulan sebelum Idul Adha.
Setelah momen haji, kunjungan pembeli cenderung turun. Sementara itu, terkait maraknya penjualan lewat media sosial seperti TikTok, kakek dari Gala Sky itu berpendapat ada positif dan negatifnya.
“Alhamdulillah di TikTok ini banyak yang maju. Kalau buka di Tanah Abang perlu modal besar, sewa kios, gaji karyawan,” kata Haji Faisal.
“Nah mereka yang modalnya kecil, dengan buka dari rumah itu bisa. Mereka beli barang berapa pieces, berapa roll (kain), jahit, itu bisa (jualan produksi sendiri dari rumah),” imbuhnya.
Akan tetapi, Haji Faisal mengakui, perlu aturan juga bagi mereka yang memanfaatkan media sosial untuk berdagang. Ini dilakukan agar persaingan usaha menjadi lebih sehat.
Apalagi jika yang berjualan di platform seperti TikTok adalah pedagang besar. Tentu pedagang seperti ini bisa meraup untung yang jauh lebih besar dibandingkan pedagang sekelasnya yang membuka kios di Tanah Abang.
“Mereka nggak perlu sewa tempat, nggak perlu menggaji pegawai. Yang kalau di Tanah Abang mereka butuh 3-4 karyawan, nah di rumah 1-2 karyawan sudah cukup,” jelas Haji Faisal.
Oleh karena itu, Haji Faisal mengapresiasi pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang bergerak cepat membuat aturan yang lebih jelas untuk social commerce. Regulasi baru yang tertuang dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023, menurutnya, juga cukup adil bagi pedagang di gerai offline maupun yang memanfaatkan media sosial.
“Makanya yang dicanangkan oleh Bapak Mendag itu sudah tepat. Diatur, dibuat regulasinya. Adanya sikap tanggap atau kepedulian dari Bapak Menteri kita itu pantas diacungi jempol,” kata Haji Faisal. Dia berharap pemerintah terus memasifkan sosialisasi Permendag PPMSE.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
