Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2017 | 01.08 WIB

Menteri Amran: Disparitas Harga Beras Maknyuss Tembus 300 Persen!

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) - Image

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah)


JawaPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku tak masalah jika ada perusahaan yang membeli gabah dari petani dengan nilai tinggi atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP).


Namun, dia berharap pengusaha besar tidak mencari keuntungan yang juga jauh lebih besar dan membebankan masyarakat selaku konsumen. Produsen beras Maknyuss menjual beras produksiya dengan disparitas harga hingga 300 persen.


"Saya senang (gabah petani) dibeli tinggi, tapi jangan jual mahal. Beli mahal, Alhamdulillah. Tapi, jangan tinggi (keuntungannya mencapai) 200 persen," ujarnya di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (25/7).


Amran menilai disparitas harga yang tinggi berdampak buruk bagi pengusaha lain dan masyarakat, termasuk petani selaku produsen. Lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, kemudian mencontohkan dengan fakta yang terjadi di lapangan.


Misalnya, ada perusahaan yang membeli gabah petani dengan harga relatif sama. Lalu, diproses menjadi beras medium dan dijual harga normal rata-rata Rp10.519 per kilogram. Sehingga, disparitas harga di tingkat petani dan konsumen hanya Rp3.219 per kilogram (44 persen).


“Tapi, PT Indo Beras Unggul (IBU), sesuai temuan di beberapa lokasi, menjual produknya berupa beras premium mencapai Rp23.000-Rp26.000 per kilogram, meski harga beli gabah petani angkanya seperti perusahaan lain. Artinya, disparitas harga di tingkat petani dan konsumen menembus 300 persen,” tukasnya.


Harga jual produk PT IBU itu, seperti Cap Ayam Jago jenis pulen wangi super dan pulen wangi di Giant Cilandak, Jakarta Selatan masing-masing Rp25.380 per kilogram dan Rp21.678 per kilogram. Lalu, sebuah supermarket di Kemayoran, Jakarta Pusat Rp23.180 per kilogram dan di Malang Town Square, Cap Ayam Jago beras pulen wangi super Rp26.305 per kilogram.


Padahal, hampir semua beras medium dan premium berasal dari gabah varietas unggul baru (VUB) yang diproduksi dan dijual petani kisaran Rp3.500-Rp4.700 per kilogram gabah.


Total gabah VUB yang digunakan mencapai 90 persen dari luas lahan padi 15,2 juta hektar. Kemudian, digiling menjadi beras di petani berkisar Rp6.800-Rp7.000 per kilogram dan petani menjual beras berkisar Rp7.000 per kilogram dan penggilingan atau pedagang kecil menjual Rp7.300/kg ke Badan Urusan Logistik (Bulog) sesuai HPP.


Menteri Amran menambahkan, nilai ekonomi bisnis beras secara nasional jika dijual Rp10.519 per kilogram dan mencapai 46,1 juta ton tiap tahun, maka mencapai Rp 484 triliun. Jika acuan tersebut adalah total konsumsi beras medium, maka marjin yang didapatkan hanya Rp65,7 triliun. Angka itu meroket drastis, ketika konsumen membelanjakan uangnya untuk beras premium.


Dengan asumsi marjin minimal beras premium Rp10.000/kg saja dan dikalikan total beras premium yang beredar diperkirakan 1 juta ton (2,2 persen) dari produksi beras nasional sebesar 45 juta ton per ahun, maka disparitas keekonomian sekitar Rp10 triliun. Dengan demikian, pedagang perantara (middleman) ditaksir memperoleh marjin Rp133 triliun atau sekira Rp300-an juta/orang berdasarkan estimasi jumlah pedagang 400 ribu orang, setelah dikurangi biaya processing, pengemasan, gudang, angkutan, dan lainnya.


Namun, keuntungan petani hanya Rp65,7 triliun/tahun atau Rp1 juta-Rp2 juta/tahun/orang untuk 56,6 juta anggota petani padi, karena mayoritas produksi gabah berasal dari VUB dan ongkos produksi beras petani mencapai Rp278 triliun.


"Melihat kesenjangan profit marjin antara pelaku ini, tidak adil," tegasnya. 


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore