
FOKUS: Faldi Adisajana.
JawaPos.com - Lumut acap kali dianggap sebagai tumbuhan yang tidak berguna. Namun, di tangan Faldi Adisajana, tanaman yang tumbuh di tempat lembap tersebut mampu disulap menjadi boneka bernilai jual tinggi.
Sejak duduk di bangku SMP, minat Faldi terhadap bisnis terlihat. Hal itu berlanjut hingga SMA. Ketika itu dia gemar membaca buku dan menonton video tentang bisnis untuk inspirasi.
Faldi kemudian menjajal menjadi reseller pada perusahaan produk pertanian kreatif di Bandung saat tahun kedua kuliah. Tidak disangka, dia berhasil menjadi reseller dengan penjualan terbanyak. Setahun menjadi reseller membuat Faldi mendapatkan ilmu tentang berbisnis dari perusahaan tersebut.
’’Saya ingin membuat bisnis yang lebih besar dan kesel juga kadang telat dibayar,’’ tutur pria penyuka warna biru tersebut. Faldi lantas mencoba berbisnis tanaman hias di dalam pot kayu yang dipasarkan ketika car free day di Bandung. Hasilnya? Tidak satu pun tanaman hias miliknya dipinang pembeli.
Faldi lalu memilih banting setir dengan berbisnis boneka lumut. Dia terinspirasi dari kokedama. Yakni, teknik menanam dengan media lumut yang ada di Jepang. ’’Koke berarti lumut dan dama adalah bola. Di Jepang biasanya untuk bonsai,’’ jelasnya. Namun, dia menggunakan tanaman succulent dan kaktus untuk ditanam di atas lumut.
Pada 2015, Faldi merintis Planter Craft dengan modal awal hanya Rp 300 ribu. Dia memanfaatkan tanaman hias dari bisnis sebelumnya sebagai aksesori di atas boneka lumut. Lulusan Agrobisnis Universitas Padjadjaran itu memperoleh lumut di sekitar rumahnya.
Lumut dibentuk menjadi kepala boneka. Di atasnya ditambahkan tanaman hias sebagai rambut. Pria kelahiran 1993 itu lalu mengunggah foto boneka tersebut ke media sosial.
Teman-teman Faldi merespons positif boneka lumut tersebut. Faldi yakin produk itu akan diminati banyak orang. ’’Produk ini juga unik dan baru pertama ada di Indonesia,’’ ujarnya.
Selain melalui media sosial, dia memasarkannya lewat komunitas, forum arisan ibu-ibu, dan bazar. Nilai jualnya mencapai Rp 150 ribu. Pesanan yang terus meroket akhirnya memantik minat orang lain menjadi petani lumut dan pemasok ke Faldi.
Branding produk yang unik menarik media massa di Indonesia untuk mengupas Planter Craft dan Faldi. Planter Craft pun makin dikenal konsumen di Indonesia. ’’Saya membidik pasar menengah sampai menengah ke atas. Di beberapa mal di Jakarta, antusiasme cukup tinggi,’’ terang anak pertama di antara tiga bersaudara tersebut.
Bukan hanya di dalam negeri, Planter Craft juga dilirik di luar negeri. Produk Planter Craft ludes terjual saat pameran di Korea Selatan. Permintaan juga datang dari Thailand. ’’Saya juga tertantang mengikuti lomba-lomba wirausaha, dari skala kampus hingga nasional,’’ katanya.
Beberapa kejuaraan wirausaha dimenangkan Faldi. Di antaranya, penghargaan Wiratani Muda Indonesia dari Majalah Trubus (2017), pemenang Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Bidang Usaha Kreatif (2016), serta pemenang Piala Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Lomba Ide Bisnis Tingkat Nasional Innovative Entrepreneur Competition (2016).
Ketenaran Planter Craft sebenarnya memicu bermunculannya bisnis sejenis. Namun, tidak ada satu pun yang mampu bertahan lama. ’’Sebab, mereka hanya ikut-ikutan saat Planter Craft sudah booming. Kadang saya juga tegur mereka karena saya membuat HAKI (hak atas kekayaan intelektual) untuk bisnis ini sejak awal dirintis,’’ tegas pria kelahiran Bandung tersebut.
Berkat keunikan bisnis yang dilakoni Faldi, beberapa perusahaan menawarinya untuk membuat dekorasi berbentuk bola lumut. Misalnya, di Kebun Raya Bogor, Trans Studio, maupun Mal Puri Indah. Faldi juga membikin boneka lumut untuk media tanam bunga anggrek di atasnya. Total omzet yang didapatkan bisa menembus Rp 40 juta per bulan. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
