Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2017 | 02.58 WIB

MIAP Dorong Kompetitif Perusahaan Lewat Penggunaan Sofware Asli

Ketua MIAP, Justisiari P. Kusumah (kiri) bersama Juru bicara ACDI, Widyaretna Buenastuti, dan Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya. - Image

Ketua MIAP, Justisiari P. Kusumah (kiri) bersama Juru bicara ACDI, Widyaretna Buenastuti, dan Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya.

JawaPos.com - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama Pusat Integritas Digital Asia (ACDI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), meluncurkan program edukasi penting penggunaan perangkat lunak asli bagi para pelaku bisnis.


Penggunaan sofware asli diyakini mendorong keunggulan kompetitif brand perusahaan baik di level nasional maupun aktivitas bisnis global, selain menghindari dari risiko kejahatan cyber.


Justisiari P. Kusumah, Ketua MIAP mengatakan lewat program edukasi ini perusahaan diharapkan untuk secara sukarela berpartisipasi, melalui proses audit independen yang dilakukan oleh mitra ACDI.


"Kami memulai dengan mendorong anggota MIAP secara sukarela mengaudit dirinya sendiri. Selain audit, ada tips untuk menghindari serangan cyber, bagaimana cara untuk meningkatkan keamanan dan bagaimana perusahaan dapat mengelola aset perangkat lunak yang rumit,"ungkap Justisiari di Jakarta, Senin (23/10).


Dia mengungkapkan, MIAP dalam sebuah survey bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) terhadap 500 responden perusahan di Jakarta dan Surabaya, mendapati masih adanya niat untuk menggunakan produk palsu yang tinggi, terutama keinginan menggunakan produk elektronik "KW" alias bajakan.


"Ini angka yang mengkhawatirkan," tegasnya.


Untuk itu, melalui program Piagam Sofware Asli ini, perusahaan akan diaudit dan diedukasi soal bahaya penggunaan sofware palsu. "Kita berharap perusahaan bisa meng comply. Sehingga produknya aman dan saat memasuki pemasaran di negara lain, bisa diakui," katanya.


Widyaretna Buenastuti, Juru Bicara ACDI menjelaskan, perusahaan yang berminat untuk diaudit bisa langsung mengunjungi sekaligus mendaftar untuk dilakukan assesmen oleh konsultan ICDI.


"Program ini merupakan layanan gratis untuk membantu bisnis di Indonesia tetap aman dan legal,"ungkapnya.


Dia menyebutkan, Indonesia telah lama menjadi salah satu negara di dunia yang paling rentan terhadap serangan cyber, mengingat pengguna internet di Indonesia saat ini telah melampaui 130 juta pengguna.


Sementara Brigjen Pol. Agung Setya dari Direktorat Tipideksus Bareskrim Mabes Polri mengatakan, jika perusahaan memperoleh Piagam Sofware Asli ini, tentunya akan meningkatkan laju aktivitas bisnis yang saat ini semua prosesnya bisa dikontrol secara digital. Maka sofware asli harus menjadi pilihan utama perusahaan.


Menurutnya, kepolisian terus menggandeng stake holder terkait untuk terus meredam peredaran barang palsu.


"Karena kami bekerja berdasarkan delik aduan. Tidak bisa serta merta melakukan penindakan, kendati infrastruktur cyber yang dimilki kami memungkinkan itu," pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore