
Ilustrasi
JawaPos.com – Kebijakan pemerintah mendukung produk dalam negeri mandek, pelaku industri dalam negeri resah. Kekhawatiran itu muncul seiring sejumlah pelaku usaha online mengakui bahwa produk yang mereka jual didominasi oleh produk impor.
Menanggapi hal itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembatasan produk-produk impor menjadi kunci untuk melindungi keberlangsungan industri dalam negeri. "Yang paling penting di sektor riilnya yang online tadi tidak didominasi barang impor," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2).
"Kalo dominasi impornya terlalu dominan, maka industri dalam negerinya enggak jalan. Jadi menurut saya lebih ke sana," sambungnya. Selain itu, pihaknya juga mendorong sejumlah marketplace maupun pelaku usaha lainnya agar lebih memprioritaskan produk dalam negeri. Sehingga, keberlangsungan industrinya akan tetap berjalan semestinya. "Mendorong produk yang dijual online adalah produk dalam negeri. Ritel tetap jalan, industri jalan," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
