
Sisi gelap Rusun Karang Anyar, Jakarta Pusat sebagai sarang narkoba.
JawaPos.com - Pembongkaran Rumah Susun (Rusun) Karang Anyar, Jalan G, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai langkah yang tepat.
Sebelum dibongkar, Rusun berusia 31 tahun itu sempat menjadi momok bagi warga sekitar atas sisi gelap rusun itu. Pasalnya bangunan empat blok, empat lantai itu sempat menjadi transit para pengedar narkoba.
Seperti yang dikatakan petugas keamanan Rusun Karang Anyar, Suyoto pada JawaPos.com. Menurutnya banyak pengedar, bahkan dirinya sempat diintimidasi oleh beberapa kelompok.
"Pas saya masuk, belum tahu kalau tempat ini banyak pengedar narkoba. Saya sempat dipanggil sama mereka yang bilang, sudah tahu tempat ini kan? Saya pikir itu ancaman tidak langsung" kata Suyoto, Minggau (23/9).
Setelah kejadian itu, tanpa berbicara pada pihak manapun Suyoto menyaksikan langsung terjadinya penggerebekan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan pihak kepolisian.
"Nah, pas saya mulai agak lama kerja disini tanpa saya ngomong, sering sekali pihak kepolisian dan BNP melakukan penggerebekan disini," ungkap Suyoto.
Selain itu, lokasi tersebut terlihat sangat miris, ketika Suyoto menjumpai seorang anak yang putus sekolah karena kedua orang tuanya masuk dalam jeruji besi. Hal tersebut juga karena kasus narkoba yang menjeratnya.
Sementara itu, mantan ketua RW Ading Zainudin, mengatakan di sana hanya ada pengecer kecil bukan bandar narkoba berskala besar. "Kebanyakan disini cuma ada kurir saja, tidak ada bandar besar. Orang-orang luar yang manfaatkan anak muda di sini yang notabene adalah pengangguran," jelas Ading.
Dalam upaya penanganan terhadap bahaya narkoba, Ading beserta pejabat setempat melakukan upaya pemberdayaan terhadap kaum muda di sana. Dengan melakukan kegiatan berupa membangun ekonomi kreatif agar tidak bergantung lagi pada zat adiktif itu.
Seperti diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah meremajakan Rumah Susun (Rusun) Karang Anyar di Jalan G, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pembongkaran rusun sendiri dilakukan mulai 5 September lalu. Rusun baru akan dibangun sebanyak dua tower, masing-masing 16 lantai.
Petugas keamanan Rusun Karang Anyar, Suyoto mengatakan rusun berpenghuni lebih dari 1.000 orang itu sudah banyak insiden seperti, atap ambruk hingga pengalaman dirinya yang menyaksikan langsung kejadian seorang warga yang hampir tertimpa reruntuhan.
"Disini penguninya lebih dari 1.000 orang, rusun ini memang harus dibongkar. Karena banyak cerita dari warga yang mengatakan atapnya ambruk, bahkan saya juga pernah melihat kejadian ambruknya atap yang hampir menimpa kepala seorang warga" jelas Suyoto.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
