
CANTIK: Tampilan baru di Jalan Mutiara 2.2, Perumnas Kota Baru Driyorejo, Gresik.
Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia tak sekadar dirayakan dengan upacara atau memasang bendera. Lebih dari itu, banyak kegiatan yang menyertainya. Mulai perlombaan, karnaval dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan warga Jalan Mutiara 2.2 Perumnas Kota Baru, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur (Jatim), yang rutin menghias kampung setiap tahunnya.
Sofyan Cahyono, Gresik
---
Pagi itu, cuaca begitu cerah. Sinar sang surya belum terasa panas. Sejumlah bocah sudah berkumpul di jalan kampung. Mereka melakukan sebuah permainan dengan dipandu beberapa anggota karang taruna setempat.
Jalan kampung disulap menjadi lintasan mini dengan beberapa lajur. Setiap ujung lajur pada lintasan diberi botol. Di salah satu ujung lintasan, botol diisi dengan bendera Merah Putih mini. Sedangkan botol di ujung lainnya dalam kondisi kosong.
Setelah semuanya siap, permainan pun dimulai. Secara bergiliran, bocah-bocah usia PAUD berlaga di lintasan. Mereka beradu cepat memindahkan bendera dari satu botol ke botol lainnya.
Bagi yang namanya belum dipanggil, bocah-bocah itu menunggu di tepi lintasan sambil memberikan dukungan kepada temannya yang sedang bermain. Sorak-sorai pun mengiringi mentari yang terus meninggi.
Ya, para bocah itu tak sekadar bermain. Melainkan sedang mengikuti lomba untuk menyemarakan HUT ke-73 RI. Memang waktu itu belum masuk Agustus. Tepatnya Minggu, 29 Juli 2018. Momen hari libur dimanfaatkan untuk mengawali perayaan bulan kemerdekaan.
Di sela puluhan bocah sedang berlomba, bapak-bapak tampak sibuk sendiri di ujung gang. Ada yang membawa payung, ada pula yang mengangkat tangga. Payung itu bukan untuk berlindung dari terik matahari. Tetapi digunakan untuk merias kampung. Karena warga Jalan Mutiara 2.2 memiliki tradisi merias kampung dalam menyambut hari kemerdekaan.
Empat payung dirangkai menjadi satu dengan tali kawat. Ibu-ibu yang bertugas merangkainya. Setelah jadi, rangkaian payung diserahkan kepada bapak-bapak untuk dipasang melintang di atas jalan. Satu per satu rangkaian payung di pasang.
Di sela memasang payung, warga turut merapikan pohon di jalan. Rata-rata adalah pohon mangga. Ranting yang sekiranya mengganggu pemandangan langsung dibabat habis. “Gimana ini, dipotong nggak apa-apa,” ucap warga setempat, Joko meminta izin kepada pemilik pohon. “Sikat saja,” timpal warga lainnya dengan nada bercanda.
Hingga menjelang sore, pemasangan payung pun tuntas. Meski tak sampai membuat teduh, keberadaan payung-payung itu cukup membuat cantik tampilan kampung. Payung bukan satu-satunya hiasan yang dipasang. Masih banyak lagi benda yang digantung untuk mengubah tampilan jalan. Salah satunya lampu hias yang dipasang persis di atas payung.
Hampir setiap malam menjelang 17 Agustus, bapak-bapak meluangkan waktu untuk kerja bakti. Pemilihan malam hari untuk kerja bakti bukan tanpa alasan. Karena siang harinya mereka memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang pegawai negeri, pegawai swasta hingga wiraswasta.
Banyaknya ornamen yang harus dipasang juga tidak memungkinkan upaya merias kampung selesai dalam satu atau dua hari. Jadi warga setempat menyiasatinya dengan kerja bakti malam hari antara 2-3 jam. Selesai kerja bakti, bapak-bapak tak langsung pulang. Mereka cangkruk sambil ngobrol. Gelak tawa kadang memecah keheningan malam.
Setelah beberapa hari, pemasangan lampu hias selesai. Kerlap-kerlip lampu menjadikan malam lebih berwarna. Masih satu rangkaian dengan payung, dipasang pula bola merah putih berbahan kertas minyak.
Ditambahkan pula kertas warni-warni yang dipotong memanjang dan kemudian dipasang di sela-sela payung. Adapun kertas itu awalnya ditemukan salah satu warga di tempat pembuangan sampah. Barang bekas itu ternyata bisa dimanfaatkan. Hasilnya pun menarik, membuat tampilan jalan lebih ramai.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
