
TENANG: Hugo (peci putih) duduk manis sambil menanti jam masuk sekolah.
JawaPos.com - Isak tangis kerap mewarnai hari pertama masuk sekolah. Terutama bagi siswa TK atau SD. Namun hal ini tidak dialami beberapa anak di Malang, Jawa Timur (Jatim).
Misalnya M Aimar Azka Amrullah, siswa baru SDIT Al Uswah, Singosari, Kabupaten Malang. Dia justru tampak semangat ketika masuk sekolah. Rupanya, Azmi Amrullah mempunyai cara jitu untuk membujuk sulung dua bersaudara itu. Sehingga buah hatinya tidak menangis ketika masuk sekolah. "Saya bujuk dengan seragam baru, sekolah dan teman-teman baru," kata Azmi kepada JawaPos.com, Senin (16/7).
Cara membujuk ini rupanya berhasil diterapkan kepada Azka. Buktinya, dia semangat masuk sekolah. Bahkan tidak perlu drama menangis seperti umumnya. "Dia semangat sekali masuk sekolah. Nggak pakai nangis," imbuh pengusaha kuliner itu.
Jika Azka semangat karena dibujuk dengan baju baru, lain halnya dengan Hugo Junio Mochtar. Siswa baru SD Brawijaya Smart School itu semangat masuk sekolah karena orang tuanya mengenalkan kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung kegemarannya.
Ayahnya, Faizal Mochtar mengenalkan bahwa di sekolah memiliki ekskul robotic. Sejak TK, Hugo memang memiliki ketertarikan dengan segala sesuatu yang berbau robot.
"Sambil saya kasih lihat dari YouTube kegiatan ekskul robotic itu seperti apa. Eh, anaknya sangat tertarik. Bahkan tadi berangkatnya kepagian karena ingin segera sekolah," ungkap Faizal.
Datang terlalu pagi, membuat mood Hugo yang awalnya tinggi jadi menurun secara perlahan. Karena bocah ganteng itu tidak menemukan kawan setibanya di sekolah. Senyum Hugo kembali terbit ketika sudah melihat temannya mulai berdatangan satu persatu.
"Moodnya turun. Awalnya membuncah, lama-lama turun karena nggak lihat temannya datang. Nangis lah dia. Jadi nangis bukan karena ditinggal bapaknya setelah antar. Tapi karena nggak ada teman," cerita laki-laki yang menjabat sebagai Wakil Kepala SMK Cendika Bangsa, Kepanjen, Kabupaten Malang itu.
Anak yang semangat sekolah di hari pertama lainnya adalah Abdu Junansyah. Siswa baru SDU Permata Iman itu juga tidak menangis ketika berangkat sekolah.
Ibunya, Noer Adinda Zaeni bercerita bahwa sejak seminggu lalu di SD tempat anaknya sekolah sudah digelar masa orientasi siswa (MOS). Sehingga Juna tidak merasa takut dan semangat sekolah. "Nggak ada drama nangis gitu. Senang dan semangat sekolah. Mungkin karena sekolahnya bagus, jadi senang," katanya sembari terkekeh.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
