
ILUSTRASI. Bunuh diri (bundir) dengan cara gantung diri. Games
JawaPos.com - Permainan bersifat tantangan ini berhasil bikin geger masyarakat. Ada sejumlah pendapat yang berbeda tentang asal muasal Blue Whale.
Tetapi banyak orang percaya bahwa nama itu diambil dari perilaku sejumlah paus biru yang sengaja mendamparkan diri mereka ke pinggir pantai. Menyebabkan mereka mati.
Nama ini kemudian digunakan oleh kelompok yang diduga melakukan tekanan pada remaja untuk melakukan bunuh diri. Permainannya cukup sederhana, ada seorang kurator yang akan memberikan 50 tugas pada para peserta selama 50 hari.
Jenis tantangan yang diberikan meningkat dari menonton video kekerasan atau film horor ke sesuatu yang lebih mengerikan -bahkan seruan bunuh diri.
"Untuk anak-anak, tolong jangan langsung menelan mentah-mentah semua informasi dari luar," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Suprianus Herman, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (16/9).
Ia mengimbau kepada khususnya siswa sekolah agar mengakses permainan yang bersifat positif. Game yang bersifat mengasah otak.
Herman tak menampik, blue whale challenge sangat berbahaya. Karena dari 50 hari tantangan itu sampai ada yang mati dan bunuh diri.
Sehingga ia menilai, permainan semacam itu tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan setiap orang yang ikut bermain.
"Jangankan sampai mati seperti itu. Main game normal berjam-jam saja sudah tidak baik," tegasnya.
Herman pun menyarankan kepada seluruh anak agar terus melakukan kegiatan positif, baik di rumah maupun di luar rumah. Hal itu bisa dimulai dari memperkuat iman dan taqwa. Selain itu, juga banyak kegiatan sekolah yang positif.
"Jangan yang tidak jelas seperti itu diambil," pintanya.
Ia menuturkan, kurikulum 2013 adalah bentuk antisipasi serta pengawasan dari pemerintah dalam meng-handle persoalan semacam ini. Di dalam kurikulum 2013 yang diutamakan adalah pendidikan karakter (pendikar).
"Tidak ada pendikar yang bisa diambil dalam permainan seperti ini," ucapnya.
Tujuan dari pendikar yakni membentuk anak yang baik. Berpikiran baik, berkepribadian baik, berperilaku baik. Di sekolah, keluarga, maupun di masyarakat.
"Jadi pendikar itu bukan ada mata pelajaran khusus. Tapi di semua mata pelajaran itu di integrasikan ada pendikarnya," jelas Herman.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
