
Asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas
JawaPos.com-Asisten pribadi (Aspri) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Syarifah Alawiyah, akhirnya angkat bicara terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan yang sempat ramai diperbincangkan publik. Syarifah menyampaikan permintaan maaf atas insiden terjadinya kesalahpahaman.
Sebab, Syarifah Alawiyah sempat membatasi dan melontarkan pernyataan tandai-tandai saat awak media melakukan sesi doorstop dengan Rudy Mas'ud, pada Senin (21/7). Insiden itu viral, sehingga menuai kritik dari berbagai kalangan jurnalis dan organisasi pers.
"Teman-teman mungkin belum terlalu kenal, saya juga orang baru di Kalimantan Timur ini, jadi mudah-mudahan ke depannya kita bisa saling mengenal. Mungkin kemarin ada sedikit salah paham antara saya dengan teman-teman sekalian," kata Syarifah sebagaimana dikutip dalam unggahan media sosial Instagram, Minggu (27/7).
Dia mengakui kesalahpahaman tersebut menimbulkan pemberitaan luas dan menjadi sorotan hingga ke luar negeri. Bahkan, sejumlah rekannya yang berada di luar negeri ikut menanyakan peristiwa tersebut.
"Yang mohon maaf kesalahpahaman itu membuat berita-berita di luar sana menjadi cukup viral, bahkan teman saya yang di Jerman sampai tanya saya," ucap Syarifah.
Dia menyatakan, dirinya yang berlatar belakang militer membuatnya bersikap tegas dalam menjalankan tugas.
"Mudah-mudahan saya bisa mengenal lagi, karena memang background saya ada di militer sehingga memang agak cukup tegas ya," jelas Syarifah.
Menurut Syarifah, sikap tegas yang diperlihatkan selama bertugas tidak terlepas dari pengalaman panjang di dunia militer. Hal itu sesuai dengan tugasnya sebagai aspri yang berkewajiban melindungi kepala daerah.
"Sesuai dengan pekerjaan saya, protap saya, melindungi gubernur saya, sehingga memang kalau ada cukup tegas, paham-paham lah," ujar Syarifah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan dirinya pernah bertugas sebagai pengajar di lingkungan militer selama 10 tahun. Pengalaman tersebut membentuk karakter dalam bersikap, termasuk saat menghadapi situasi-situasi yang dianggap mengancam keamanan kepala daerah.
"Saya itu guru militer, kurang lebih selama 10 tahun guru militer, dan memang lebih sering menghadapi beberapa jenderal-jenderal dan lain-lain, ada beberapa terutama kepentingan di militer terutama untuk pendidikan," ungkap Syarifah.
Meski demikian, Syarifah berharap agar insiden tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia berharap, ke depan dapat tercipta hubungan komunikasi yang lebih baik antara dirinya dan insan pers di Kaltim.
"Saya juga berharap bisa berkolaborasi dengan teman-teman media ke depan, karena saya yakin peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat," tandas Syarifah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
