Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 04.13 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,9 Miliar untuk Korban Gempa Bengkulu

Tim SAR membantu warga terdampak gempa bumi di Bengkulu sambil melakukan assesment. (Basarnas)

JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat (23/5) dini hari, berdampak pada 192 rumah rusak dan 800 jiwa terdampak, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu. Menanggapi kondisi ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan dan menerjunkan tim ke lokasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak. Wilayah itu meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah, dan Bengkulu Utara.

Selain membantu proses evakuasi, Tagana juga melakukan monitoring, pendataan, serta memberikan dukungan langsung kepada warga.

“Bantuan darurat dikirim dari Gudang Regional Barat di Palembang. Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan dasar bagi para penyintas seperti makanan siap saji, perlengkapan tidur, hingga tenda keluarga,” ujar Gus Ipul, Sabtu (24/5).

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 5.000 paket lauk pauk siap saji, 800 lembar kasur, 500 lembar selimut, 400 paket family kit, 400 paket kids ware, 1.000 paket makanan siap saji, 500 lembar tenda gulung, 80 unit tenda keluarga portable, serta 10 unit tenda serbaguna.

Gus Ipul menegaskan, pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat Kemensos dalam menghadapi bencana. Pihaknya juga menyiapkan layanan psikososial untuk para korban yang membutuhkan pendampingan emosional.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Informasi resmi terkait perkembangan situasi bisa diakses melalui BMKG, BNPB, maupun petugas di lapangan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa magnitudo 6,3 ini termasuk jenis gempa menengah. Gempa terjadi akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Sementara hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Daryono.

Gempa ini berdampak cukup luas dan dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas berbeda. Di Kota Bengkulu dan Empat Lawang, gempa dirasakan dengan skala IV-V MMI.

Sementara di Kepahiang, Liwa, Lemong, Rejang Lebong, Tais, dan Lubuk Linggau dirasakan dengan skala IV MMI. Di Mukomuko, gempa dirasakan dengan skala III MMI.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore