
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di hadapan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara. (Youtube Lembur Pakuan Channel)
JawaPos.com - Taruna Nusantara atau Tarnus yang pusatnya berada di Magelang, Jawa Tengah menjadi salah satu sekolah yang terkenal dengan pendidikan karakter ala militernya.
Sekolah tersebut terkenal mencetak lulusan-lulusan yang berhasil di berbagai bidang, dengan banyak jebolannya lanjut ke TNI dan Polri melalui jalur Akademi Militer dan Akademi Kepolisian.
Dikenal dengan pendidikan ala militernya, hal tersebut tampaknya memantik minat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.
Dia sempat mengunjungi SMA Taruna Nusantara kampus Cimahi, dan menyebut kalau salah satu kunci keberhasilan adalah pendidikan disiplin yang kuat.
Dedi Mulyadi juga sempat memberikan sambutan di hadapan siswa SMA Taruna Nusantara. Dalam kesempatan itu, Dedi berbagi pesan mendalam mengenai arti penting disiplin bagi generasi muda, khususnya para taruna yang tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
"Disiplin itu kunci, bukan beban. Banyak orang menganggap disiplin sebagai sesuatu yang menyulitkan, padahal justru dengan disiplin, kita membangun fondasi kesuksesan dan karakter yang tangguh," kata Dedi Mulyadi.
Pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar para siswa tidak melihat kedisiplinan sebagai sebuah aturan yang membatasi kebebasan. Melainkan sebagai sebuah bekal esensial dalam menghadapi tantangan kehidupan.
"Kalau kita bisa membiasakan disiplin sejak dini, maka kita akan terbiasa menghadapi segala situasi dengan kepala dingin dan jiwa yang kuat," jelas Dedi.
Lebih jauh, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter di SMA Taruna Nusantara.
Menurut dia, rasa cinta tanah air itu harus tumbuh sejak dini. Bukan hanya sebatas kata-kata, tapi harus nyata dalam tindakan dan sikap sehari-hari.
Dedi Mulyadi sendiri diketahui saat ini sedang menjalankan program pembinaan siswa nakal di Jabar yang melibatkan unsur militer. Siswa yang nakal dengan kriteria yang sudah disepakati orang tua dan guru, akan dikirim ke barak militer untuk dibina.
Meski menuai pro dan kontra, program tersebut tetap berjalan. Sebelumnya, sebanyak 273 siswa-siswi angkatan pertama yang dibina di barak militer telah lulus dan kembali ke orang tuanya masing-masing.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
