Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Maret 2018 | 02.21 WIB

Dispar Batam Belum Sentuh Wisata Kampung Tua

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin. - Image

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin.

JawaPos.com - Kampung tua di Batam menjadi satu dari banyak keunikan yang menyajikan sentuhan budaya masyarakat melayu. Rumah panggung tradisional, aktivitas nelayan, bahasa melayu, dan banyak keunikan dan kekhasan budaya yang terjaga di tengah kemajuan Batam sebagai salah satu kota internasional.


Namun demikian, potensi besar kampung tua sebagai salah satu daya tarik wisata belum terendus Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam. Padahal pada 2017 lalu, wisatawan asing asal Tiongkok dan Korea memilih kampung tua sebagai tujuan utama mereka ke Batam.


Kenyataan yang terjadi saat ini, Dispar Kota Batam baru akan mengkaji potensi yang sejatinya sudah terlihat jelas. Pemerintah baru akan mengkaji di mana lokasi kampung tua yang paling cocok sebagai tempat wisata. Pengkajiannya pun baru dilaksanakan pada 2019.


"Harus dikaji secara komprehensif karena banyak kampung tua yang belum punya fasilitas seperti toilet, tempat parkir dan sebagainya. Kami akan tentukan di mana yang cocok," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Batam, Jumat (2/3).


Ada 37 kampung tua yang tersebar di beberapa daerah di Batam. Jumlah ini bisa saja bertambah lebih jika menghitung kampung-kampung tua yang berada di Pulau Tempang dan Galang (Relang). Dari 37 kampung tua, terdapat lebih dari 60 ribu keluarga yang hidup dengan kearifan lokalnya.


Meski tidak tersentuh Dispar Kota Batam, ada beberapa kampung tua yang tetap mampu menonjolkan daya tariknya sebagai destinasi wisata. Salah satunya adalah Kampung Tua Terih yang mulai dijadikan destinasi wisata baru di Batam.


Berada di Kecamatan Nongsa, kampung yang dihuni 37 kepala keluarga itu mulai berkembang sejak akhir 2017. Menyajikan wisata kuliner khas masyarakat melayu, wisata jelajah laut dengan sampan (kendaraan tradisional) dan keunikan khas melayu lainnya.


"Karena anggaran kami terbatas, pemerintah hanya menjembatani. Kampung Tua Terih itu didukung Kementerian Pariwisata. Kita harapkan akan semakin berkembang," lanjut Pebrialin.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore