Jembatan Cidadap yang putus akibat banjir di Sukabumi, Jabar. (BNPB).
JawaPos.com - Potongan video yang menunjukkan kemarahan warga di Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi beredar di media sosial. Warga marah karena warga bernama Aang acuh terhadap anak dan istri yang menjadi korban meninggal dunia saat bencana terjadi di kampung tersebut.
Dalam potongan video yang diunggah oleh akun Instagram jabodetabek24info, tampak warga memuntahkan kekesalannya terhadap Aang. Kepada warga, Aang mengaku anak dan istrinya pulang kampung. Sementara Tim SAR Gabungan menemukan kedua korban dalam keadaan meninggal dunia.
”Warga Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, geram terhadap seorang warga bernama Aang. Ia adalah suami dari Santi dan ayah dari Nurul, korban bencana banjir bandang Palabuhanratu,” tulis akun tersebut pada bagian caption.
Kemarahan warga memuncak lantaran Aang dianggap berbohong dan terkesan acuh terhadap nasib anak dan istrinya. Bukannya berusaha mencari dan menyelamatkan kedua korban, yang bersangkutan justru sibuk dengan urusannya di pasar.
Berdasar data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, identitas tiga korban meninggal dunia terdiri atas perempuan bernama Zahra usia 40 tahun asal Kecamatan Palabuhanratu, Nurul usia tiga tahun asal Pelabuhanratu, dan Nedi Saputra usia tiga tahun asal Kecamatan Simpenan.
Berdasar data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, identitas tiga korban meninggal dunia saat banjir dan longsor terjadi di Sukabumi terdiri atas perempuan bernama Santi alias Zahra usia 40 tahun asal Kecamatan Palabuhanratu, Nurul usia tiga tahun asal Pelabuhanratu, dan Nedi Saputra usia tiga tahun asal Kecamatan Simpenan. Santi dan Nurul adalah anak dan istri Aang.
”Hingga kini pemerintah daerah terus melakukan upaya tanggap darurat. Pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas,” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.
Selain korban meninggal dunia, juga ada lima korban hilang. Seluruh korban hilang terdiri atas Mondi (laki-laki usia 9 tahun asal Kecamatan Simpenan), Yayar (laki-laki usia 50 tahun asal Kecamatan Simpenan), Darjat (laki-laki usia 60 tahun asal Kecamatan Lengkong), Ahyar Fauzi (laki-laki usia sembilan tahun asal Kecamatan Lengkong), dan Siti Maryam (perempuan usia 35 tahun asal Kecamatan Lengkong).

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
