Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 20.57 WIB

Viral di Media Sosial, Warga Bernama Aang Tak Akui Anak dan Istri yang Jadi Korban Bencana di Sukabumi Malah Sibuk di Pasar

Jembatan Cidadap yang putus akibat banjir di Sukabumi, Jabar. (BNPB).

JawaPos.com - Potongan video yang menunjukkan kemarahan warga di Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi beredar di media sosial. Warga marah karena warga bernama Aang acuh terhadap anak dan istri yang menjadi korban meninggal dunia saat bencana terjadi di kampung tersebut. 

Dalam potongan video yang diunggah oleh akun Instagram jabodetabek24info, tampak warga memuntahkan kekesalannya terhadap Aang. Kepada warga, Aang mengaku anak dan istrinya pulang kampung. Sementara Tim SAR Gabungan menemukan kedua korban dalam keadaan meninggal dunia. 

”Warga Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, geram terhadap seorang warga bernama Aang. Ia adalah suami dari Santi dan ayah dari Nurul, korban bencana banjir bandang Palabuhanratu,” tulis akun tersebut pada bagian caption. 

Kemarahan warga memuncak lantaran Aang dianggap berbohong dan terkesan acuh terhadap nasib anak dan istrinya. Bukannya berusaha mencari dan menyelamatkan kedua korban, yang bersangkutan justru sibuk dengan urusannya di pasar. 

Berdasar data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, identitas tiga korban meninggal dunia terdiri atas perempuan bernama Zahra usia 40 tahun asal Kecamatan Palabuhanratu, Nurul usia tiga tahun asal Pelabuhanratu, dan Nedi Saputra usia tiga tahun asal Kecamatan Simpenan.

Berdasar data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas, identitas tiga korban meninggal dunia saat banjir dan longsor terjadi di Sukabumi terdiri atas perempuan bernama Santi alias Zahra usia 40 tahun asal Kecamatan Palabuhanratu, Nurul usia tiga tahun asal Pelabuhanratu, dan Nedi Saputra usia tiga tahun asal Kecamatan Simpenan. Santi dan Nurul adalah anak dan istri Aang.

”Hingga kini pemerintah daerah terus melakukan upaya tanggap darurat. Pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas,” terang Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. 

Selain korban meninggal dunia, juga ada lima korban hilang. Seluruh korban hilang terdiri atas Mondi (laki-laki usia 9 tahun asal Kecamatan Simpenan), Yayar (laki-laki usia 50 tahun asal Kecamatan Simpenan), Darjat (laki-laki usia 60 tahun asal Kecamatan Lengkong), Ahyar Fauzi (laki-laki usia sembilan tahun asal Kecamatan Lengkong), dan Siti Maryam (perempuan usia 35 tahun asal Kecamatan Lengkong).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore