Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2023 | 01.41 WIB

Kemenag Sampaikan 41 Titik Lokasi Salat Idul Fitri di Denpasar-Bali

Ilustrasi persiapan Salat Id pada masa pandemi. Alfian Rizal/Jawa Pos - Image

Ilustrasi persiapan Salat Id pada masa pandemi. Alfian Rizal/Jawa Pos

JawaPos.com–Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Denpasar menyampaikan, ada 41 titik lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444 Hijriah/Lebaran 2023 di Ibu Kota Provinsi Bali.

”Kami mengimbau agar pelaksanaan Salat Idul Fitri dilaksanakan dengan tertib dan sesuai dengan imbauan dari pemerintah,” kata Kepala Seksi Bimas Islam Kanwil Kemenag Denpasar Antoni seperti dilansir dari Antara di Denpasar, Kamis (20/4).

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Nomor 05 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1444 Hijriah/2023, umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi kemungkinan perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah.

Antoni menjelaskan, berdasar informasi yang diterima, tempat penyelenggaraan Salat Idul Fitri di Denpasar pada Jumat (21/4) yang ditetapkan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali bertempat di lima titik. Yakni di Lapangan Musala Ahmad Dahlan, Lapangan Niti Mandala Renon, dan Parkir Barat GOR Ngurah Rai.

Selain itu, di Musala Syuhada - Padang Indah dan Gedung Dakwah PWM Bali di SD 1 Muhammadiyah Jalan Imam Bonjol Denpasar.

Sedangkan rencana Salat Idul Fitri pada Sabtu (22/4) lanjut dia, masih menunggu keputusan pemerintah berdasar Sidang Isbat pada Kamis (20/4) sore ini.

”Jika pemerintah memutuskan Idul Fitri pada 21 April, akan dilaksanakan tanggal 21. Sedangkan jika diputuskan 22 April, maka dilaksanakan 22 April. Untuk yang ini sudah terkonfirmasi ada 36 titik,” ujar Antoni.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mendirikan 26 posko kesehatan di sembilan kabupaten/kota selama masa Lebaran.

”Kami mendirikan 26 posko kesehatan tersebar di sembilan kabupaten/kota untuk melayani pemudik kalau ada masalah kesehatan selama perjalanan. Selain posko kesehatan, ada juga 10 Public Safety Center (PSC),” kata Kepala Dinkes Bali Nyoman Gede Anom.

Anom menyebutkan, 26 posko kesehatan yang beroperasi hingga 1 Mei itu terdiri atas sembilan titik di Jembrana, lima titik di Tabanan, tiga titik di Badung, dua di Denpasar, dan masing-masing satu di kabupaten lain di Bali.

”Di Jembrana paling banyak (posko kesehatan) karena ada Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Nyoman Gede Anom.

Menurut dia, dalam satu posko kesehatan disiagakan empat tenaga kesehatan yang terdiri atas satu dokter, dua perawat, dan satu sopir ambulans. Posko yang beroperasi selama 24 jam penuh tersebut diperuntukkan bagi pemudik yang mengalami masalah kesehatan ringan selama perjalanan. Namun apabila kasus sedang dan berat akan dialihkan ke rumah sakit terdekat.

”Dinas kesehatan juga sudah menyiapkan 74 rumah sakit dan 120 puskesmas di Bali,” papar Anom.

Menurut dia, pada umumnya masalah kesehatan yang kerap dialami pemudik adalah pingsan dan sakit kepala karena faktor kelelahan akibat perjalanan jauh dan antrean panjang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore