
Pendakwah Miftah Maulana Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah saat mengisi ceramah di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Jogjakarta, pada Sabtu (4/1) malam.
JawaPos.com – Penceramah Miftah Maulana Habiburakhman atau dikenal dengan panggilan Gus Miftah kembali melakukan aktivitas dakwah di tempat yang tidak biasa. Yakni di klub malam, lokalisasi prostitusi, dan santri jalanan.
Hal itu dilakukan Miftah setelah memilih mundur sebagai Utusan Khusus Presiden, buntut viralnya kasus es the. Di mana Miftah sempat disebut mengolok-olok, bahkan menghina pedagang es, di sebuah acara pengajian di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dalam video unggahan Miftah di akun Instagram pribadinya, terlihat dia berceramah di klub malam Bosche di Jogjakarta. Dalam ceramahnya, dia menyatakan bahwa manusia pastinya tidak akan pernah luput dari melakukan kesalahan dan dosa.
Dalam ceramahnya, Miftah meminta para pendengar ceramahnya untuk belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan.
“Berbuat kesalahan itu adalah kekurangan manusia, namun belajar dari kesalahan adalah kelebihan dari manusia,” katanya.
Selain menyampaikan ceramah, Miftah juga membuka sesi tanya jawab. Salah seorang penanya perempuan bertanya soal ada yang tidak beres di hidupnya.
Pasalnya, sepulangnya kerja dia biasanya dalam keadaan mabuk dan langsung tidur. Dia pun sering bermimpi melakukan hubungan badan. Pertanyaan itu justru mengundang gelak tawa orang-orang.
Miftah Maulana juga menggelar ceramah di tempat prostitusi Pasar Kembang (Sarkem) di Jogjakarta. Dia menganjurkan orang-orang yang mengikuti ceramahnya untuk memperbanyak membaca istighfar atau memohon ampun kepada Allah.
“Jika kamu terus melakukan dosa, jangan pernah bosan untuk mengucapkan istighfar,” ujar pimpinan salah satu pesantren di Jogjakarta itu.
Tak hanya itu, Miftah juga menggelar muhasabah bersama santri jalanan lewat acara Muhasabah On The Street yang diikuti berbagai kalangan. Mulai dari preman, pemilik salon plus-plus, germo, tukang parkir, hingga debt collector.
Di hadapan mereka, Miftah menganjurkan untuk tidak lupa bertaubat setiap kali melakukan kesalahan dan dosa.
"Setan itu akan menang tatkala kita berbuat dosa tapi kita tidak mau bertobat. Setan akan kalah ketika kita berbuat dosa, tobat, dosa lagi, tobat lagi," jelasnya.
