
Ilustrasi: Kegiata ekshumasi
JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polda Jawa Tengah (Jateng) melaksanakan ekshumasi jenazah Darso. Warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang itu meninggal dunia usai dijemput oleh personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jogjakarta pada 21 September tahun lalu.
Jumat (10/1), pihak keluarga melapor kepada Polda Jateng. Mereka menduga Darso meninggal dunia karena dianiaya. Laporan atas dugaan penganiayaan itu tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng sejak Jumat malam.
Poniyem, istri Darso, datang bersama adik kandung Darso dan seorang kuasa hukum bernama Antoni. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyampaikan bahwa laporan tersebut sudah ditangani oleh instansinya. ”Penyelidikan dilakukan oleh Polda Jateng,” kata dia saat dikonfirmasi pada Senin (13/1).
Sebagai bagian dari langkah penyelidikan yang mereka lakukan, hari ini Polda Jateng melakukan ekshumasi jenazah Darso. ”Hari ini dilaksanakan ekshumasi almarhum Darso,” imbuhnya. Dia memastikan, seluruh keluarga Darso turut menyaksikan proses ekshumasi itu. Melalui ekshumasi tersebut, aparat kepolisian mencari tahu penyebab kematian pria berusia 43 tahun tersebut.
Berdasar pengakuan pihak keluarga, sebelum dijemput oleh personel Satlantas Polresta Jogjakarta, Darso dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Namun tidak lama setelah dijemput, mereka mendapat kabar Darso masuk rumah sakit.
Dia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Medika lebih kurang satu minggu. Dua hari setelah pulang dari rumah sakit, Darso meninggal dunia. Menuntut keadilan menjadi pesan terakhir Darso kepada keluarganya.
Dikutip dari pemberitaan Jawa Pos Radar Semarang, pesan tersebut disampaikan oleh pihak keluarga kepada kuasa hukum yang mendampingi mereka melapor ke Polda Jateng.
”Sebelum meninggal (Darso sempat) mengatakan tak terima dan minta keadilan. Dia dihajar, dipukuli oleh orang yang diduga tadi (menjemput) dia, ada tiga sampai enam orang. Kejadian pemukulan di Mijen,” terang Antoni. Lokasi penganiayaan berada tidak jauh dari tempat tinggal Darso.
Kepada keluarganya, Darso sempat bercerita bahwa dia dipukuli di bagian perut. Dia juga mengeluh sakit di bagian perut dan dada. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga melihat Darso mengalami luka lebam di bagian wajah.
”Korban juga bercerita kepada adiknya bahwa dia dipukuli sekitar perut. Barang bukti pelaporan yang kami bawa kami susulkan hasil rontgen yang menurut keterangan dokter ring jantung sempat bergeser. Tapi nanti biar penyidik yang mendalami,” jelas Antoni.
