Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 September 2024 | 05.43 WIB

Pasangan Calon Gubernur Jatim Luluk-Lukman Kampanye Damai Ayo Cinta Keluarga di CFD Taman Bungkul Surabaya

Pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim kampanyekan perlindungan perempuan dan anak pada Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (22/9). (Istimewa) - Image

Pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim kampanyekan perlindungan perempuan dan anak pada Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (22/9). (Istimewa)

JawaPos.com–Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim kampanyekan perlindungan perempuan dan anak pada rutinitas mingguan Car Free Day (CFD) di sekitar Taman Bungkul Surabaya, Minggu (22/9) pagi.

Bertajuk Kampanye Damai Ayo Cinta Keluarga, Luluk dan Lukman berjalan di tengah kerumunan warga Surabaya. Mereka berdua didampingi Ketua Harian PKB Ais Shafiyah Asfar dan ratusan kader Perempuan Bangsa Jatim.

Berbekal pamflet di tangan rombongan Luluk-Lukman mengawali kampanye damai dengan long march dari lampu merah sebelah timur Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga titik CFD Taman Bungkul.

Salah satu pamflet dipegang Luluk bertulis Lindungi Anak Kita dari Predator Seksual menandakan upaya kerasnya mendorong penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Mbak Luluk mengatakan, harus ada kebijakan di level provinsi yang benar-benar berpihak kepada upaya pencegahan dan perlindungan korban kekerasan seksual, khususnya kaum rentan seperti perempuan dan anak.

Perlindungan terhadap perempuan menurut dia, harus insklusif yang dapat menyentuh banyak kondisi, seperti perlindungan atas perempuan pasca melahirkan. Kondisi kejiwaan perempuan pasca melahirkan sangat rentan. Jika tidak mendapat perhatian mengakibatkan depresi yang berkepanjangan.

”Di Jawa Timur ini kita juga harapkan ada kebijakan yang sangat berpihak agar ibu-ibu yang sedang hamil dan melahirkan, mendapatkan perlindungan yang sangat maksimum. Sehingga bisa mencegah mereka dari hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kondisi depresi pasca melahirkan,” papar Mbak Luluk.

”Dan itu banyak sekali yang dialami oleh perempuan yang melahirkan. Dan itu yang menjadi salah satu penyebab kenapa derajat kesehatan ibu yang hamil dan melahirkan itu di titik yang paling rendah, dan akhirnya kasus-kasus kematian ibu dan anak pasca melahirkan itu juga masih sangat tinggi di Jawa Timur,” lanjut dia.

Dia menginginkan ada peraturan daerah yang pro mengentaskan kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak. Legacy yang memihak perlindungan anak dan perempuan sangat dibutuhkan, sehingga implementasinya lebih masif serta menjawab persoalan dengan konkret.

”Kita harapkan bahwa di Jawa Timur ini akan ada perda, akan ada pergub yang bisa memastikan bahwa semua produk undang-undang yang sudah kita hasilkan di DPR RI bisa dilaksanakan dengan baik di level Jawa Timur,” ucap Luluk.

Kesejahteraan perempuan dan anak, lanjut Luluk, akan berefek domino. Cita-cita Indonesia Emas akan cepat terealisasi jika kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak tertangani dengan baik, sehingga menaikkan taraf kesejahteraan rumah tangga.

”Jawa Timur Emas itu hanya mungkin kalau dia tumbuh dari keluarga yang bahagia, keluarga yang sejahtera, dari ibu yang juga bahagia dan sejahtera lahir batin, yang jauh dari situasi yang membahayakan,” tandas Luluk.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore