Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 November 2016 | 12.28 WIB

Cinta Segitiga Berujung Maut, Baru 3 Hari Jadian Tewas Dipukul Teman

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Muhammad Abdul Rafi (20) meregang nyawa. Warga Blok Kedung Uter, Desa/Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, itu tak terselamatkan usai duel dengan Badri (23), teman sekampungnya, Senin (31/10).



Muhammad Abdul Rafi tewas setelah dipukul satu kali di bagian dada oleh Badri.

Perkelahian tersebut disebut-sebut dipicu masalah asmara. Pelaku dan korban rupanya sama-sama naksir terhadap wanita berinisial DW (19), warga Desa Gesik, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.



DW adalah seorang pelayan salah satu tenant minuman di sebuah minimarket di wilayah Kedawung.



Heri Purwanto, dokter Puskesmas Kedawung mengatakan korban dievakuasi ke puskesmas sekitar pukul 11.15 dalam kondisi tidak sadar. Korban kemudian dibawa ke ruang tindakan dan mendapat sejumlah upaya pertolongan medis. Namun, korban sudah tidak bernafas.



“Korban diduga meninggal saat dievakuasi ke puskesmas. Kita sudah lakukan upaya, namun Tuhan berkata lain,” ujarnya.



Tahu Abdul Rafi tewas, Heri langsung mengarahkan pihak keluarga korban untuk melapor ke polisi. ”Kita arahkan keluarga untuk lapor ke polisi dan korban divisum. Karena untuk kasat mata atau visum luar tidak terlihat luka serius, namun ada memar di bagian dada. Penyebab kematiannya bisa diketahui hanya bisa lewat visum,” imbuhnya.



Suasana haru pun terlihat di halaman Puskesmas Kedawung. Silih berganti keluarga yang datang langsung menagis di halaman puskesmas. Beberapa di antaranya kemudian berusaha membantu kepolisian mencari pelaku yang setelah kejadian langsung kabur.



Orang tua korban, Suwela (45), mengatakan ia menerima informasi insiden yang menimpa anaknya setelah dihubungi anggota keluarga yang lain. “Saya saat itu lagi nyupir angkot, dihubungi katanya anak pertama saya masuk puskesmas. Saya langsung ke sini,” tuturnya sambil berlinang air mata.



Dia pun tambah heran ketika mengetahui anaknya tewas setelah dipukul oleh tetangganya yang hanya beda RW saja. “Padahal pelaku itu satu kampung. Orang tuanya juga saya kenal. Kok tega sekali bikin anak saya kayak gini,” ucapnya.



Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Galih Wardani mengatakan, tidak lama setelah kejadian pihaknya berhasil mengamankan terduga pelaku yang saat itu masih berada di wilayah Kedawung. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan intensif.



“Sementara motifnya asmara. Diduga pelaku cemburu terhadap korban. Tapi kita masiah lakukan penyelidikan, sejumlah saksi juga masih kita periksa,” ungkap Galih.



Sang wanita, DW, menjadi saksi kunci kasus terbunuhnya Muhammad Abdul Rafi. Dikatakan DW, ia dan korban memang dekat, bahkan sudah berpacaran. Hubungan mereka diresmikan setelah kurang lebih tiga hari ia bekerja sebagai penjaga atau pelayan stan minuman ringan di depan minimarket di Kedawung.



“Saya bekerja baru satu bulan, dekat dengan korban dan kemudian pacaran setelah tiga hari kerja,” ujar DW saat dihubungi Radar, kemarin. DW pun mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. Dia tidak menyangka Rafi tewas akibat insiden tersebut.



Diceritakan, saat itu ia dan korban tengah duduk sambil ngobrol di dekat stan minuman. Belum lama ngobrol, tiba-tiba pelaku datang dan langsung terlibat cekcok dengan Rafi. Pelaku marah karena Rafi dekati dengan DW.Saat cekcok, pelaku kemudian menarik kemeja korban dan memukul dadanya sekali.



Setelah itu korban terjatuh dan sempat bangkit lagi sebelum akhirnya korban jatuh lagi dan tak sadarkan diri. “Saya sempat misahin agar tidak ribut, tapi tiba-tiba korban dipukul dan kemudian tak sadar,” terang DW. (dri/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore